BERTUAHPOS.COM, BUKITTINGGI – Pj Gubernur Sumatera Barat, Reydonnyzar Moenek, mengaku terkejut ketika mendengar informasi Bukittinggi banjir dan ratusan warga diungsikan. Dirinya menilai banjir Bukittinggi diluar dugaan. “Bagaimana mungkin sebuah kota Bukittinggi bisa mengalami banjir,” sebut orang nomor satu di Sumbar itu saat melihat korban banjir Bukittinggi Minggu (8/11) di RT 02 RW 01 Pulai Anak Air.
Atas kejadian yang menimpa tersebut, dirinya merasa terpanggil untuk melihat secara langsung kondisi warga yang terkena banjir. Sebagai Pj Gubenur Sumbar tentunya dirinya harus memberikan perhatian dan dorongan kepada masyarakat untuk mencarikan solusi atau jalan keluar atas peristiwa banjir yang telah menimpa warga.
“Mendengar itu saya lansung kelokasi kejadian dan melakukan integrasi serta menerima masukan dari warga, ternyata kondisinya sangat memiriskan. Dimana warga di RT 2 RW I Kelurahan Pulai Anak ini menempati rumah tidak layak huni yang mereka kontrak Rp 250- Rp 300 perbulannya. Yang mirisnya lagi dalam satu rumah ada yang tinggal sebanyak 7 anggota keluarga,†sebut Moenek.
Melihat kondisi keadaan rumah warga yang terkena banjir yang sangat miris ini, secara spontan Reydonnyzar Moenek menelpon Kadis PU Propinsi dan Bappeda Provinsi Sumbar, untuk bisa memprogramkan pembangunan Rusunawa bagi korban banjir Bukittinggi melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Menurutnya, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum mempunyai program pembangunan Rusunawa untuk membantu warga yang bermukim dikawasan kumuh dan tidak layak huni.
“Oleh karena itu, kita mengusulkan kepada Pemko Bukittinggi untuk bisa mengusulkan pembangunan Rusunawa tersebut. Dan pemerintah Provinsi siap untuk memfasilitasinya,” jelas Putra Asli Lintau, Kabupaten Tanahdatar itu. (Khatik)









