• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Nelayan Keluhkan Limbah RAPP yang Cemari Sungai Kampar

Tim Redaksi by Tim Redaksi
13 Mei 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PANGKALAN KERINCI – Warga Desa Sering Kecamatan Pelalawan mengeluhkan hasil tangkapan ikan oleh nelayan yang terus saja menurun dengan drastis. Mereka menduga, Sungai Kampar yang selama ini menjadi tumpuan hidup, telah tercemar limbah perusahaan.

Zainun dan Rudi, warga Sering kepada bertuahpos.com, Selasa (12/05/2015) kemarin menjelaskan, semenjak banyak perusahaan yang aktif, dampaknya makin terasa bagi kondisi lingkungan. Setidaknya ada tiga perusahaan besar yang diduga mengalirkan limbahkan hingga mencemari sungai tersebut.

“Ada tiga perusahaan yaitu PT RAPP, Indosawit dan PT Adei. Limbah dari perusahaan itu diduga mencemari sungai. Padahal sebagian  besar dari masyarakat kita disini menggantungkaan kehidupan dari mencari ikan di Sungai Kampar,” jelas mereka.

Kondisi seperti ini diakui mulai terasa semenjak perusahaan banyak yang aktif dan beroperasi. Dan masyarakat yang menggantukan hidup pada sungai besar (Sungai Kampar) membelah  perkampungan itu pun terkena imbasnya.

“Biasanya dulu, tahun 2000 ke bawah, nelayan bisa dapat 20 kilo, Bang. Tapi semenjak banyak limbah, jangan harap. Paling cuma bisa bawa 2 sampai 5 kilo dalam sehari semalam. Kadang pun tak dapat sama sekali,” keluh Rudi.

Penghasilan wargapun jadi berkurang drastis. Jika dahulu bisa meraup Rp 2 sampai 3 juta dalam satu minggu. Tapi sekarang tak sampai Rp 500 ribu. Bahkan pernah dapat Rp 100 ribu dalam dua hari dan ada juga yang tak bisa dapat pemasukan sama sekali.

Dugaan warga setempat bukanlah tanpa alasan. Mereka memperhatikan aktivitas perusahan yang biasanya sekitar tiga bulan sekali, menurunkan limbahnya. Namun saat ini, sekitar dua tahun belakangan ini tidak tampak ada aktivitas tersebut. “Dalam setahun itu juga, ikan mulai banyak yang mati karena kena limbah,” sebutnya.

Desa Sering Kecamatan Pelalawan, merupakan sebuah perkampungan yang terletak di sebelah Timur Kota Pangkalan Kerinci. Sebelah baratnya berbatasan dengan pusat pemerintahan Kecamatan Pelalawan dan sebelah selatannya berbatasan langsung dengan PT RAPP.

Berada di daerah strategis itu, ternyata tak membuat Desa Sering menjadi lebih maju. Bahkan kondisi masyarakat di sana lebih tertinggal dibandingkan daerah lain di Kabupaten Pelalawan ini.

Sebagian besar dari warga Desa Sering bermata pencarian sebagai nelayan. Kontur tanah yang dominan gambut dengan tingkat keazaman yang tinggi, membuat tanah di Desa Sering susah diolah untuk ditanami tanaman yang bernilai ekonomis bagi warga desa.

Hanya sebagian kecil saja, warga Desa Sering yang memiliki lahan perkebunan sawit. Sedangkan lebih dari 80 persen warganya masih menggantung hidup dari sungai besar (Sungai Kampar) yang membelah perkampungan itu.

Seiring berjalannya waktu, warga makin merasakan kegetiran karena hasil tangkapan ikan yang terus menurun. Mereka jadi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
 

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Hukum Kriminal

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

...

Read moreDetails
Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Next Post

Jelang Pembukaan, Banyak Stand Bengkalis Expo Belum Siap

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.