BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Penyakit thalasemia mengakibatkan sel darah merah pada tubuh menjadi lebih mudah rusak. Darah merah pada umumnya bertahan rata-rata sekitar 120 hari. Nah, namun pada kondisi penyakit thalasemia, sel darah merah dari sang penderita akan rusak dalam kurun waktu kurang dari 120 hari.
Seseorang yang mungkin terkena thalasemia, umumnya mungkin mengira dirinya terkena anemia pada awalnya Hal ini dikarenakan gejala yang ditimbulkan dari penyakit thalasemia ini, berupa gejala yang juga timbul pada penderita anemia. Gejala ini berupa nafsu makan hilang, badan terasa lesu, wajah pucat, kehilangan semangat beraktivitas, dan kemungkinan sering terkena penyakit infeksi akibat sel darah merah yang terus menurun.
Penyakit thalasemia ini adalah salah satu jenis penyakit yang bisa terjadi pada seseorang karena keturunan genetik. Jadi jika ada riwayat keluarga yang menderita thalasemia, kemungkinan thalasemia ini juga akan terjadi pada orang itu.
Berbagai metode dilakukan dalam menyembuhkan seseorang yang terkena penyakit thalasemia ini. Lalu apa saja yang bisa membantu mengurangi penyakit ini?
Pada penderita thalasemia, umunya terus dilakukan transfusi darah. Hal ini dikarenakan produksi darah merah tubuhnya tidak akan cukup dengan kebutuhan tubuhnya karena banyaknya sel darah merah yang rusak. Bisa juga dilakukan dengan konsumsi obat atau bahkan cangkok sumsm tulang.
Itulah seputar penyakit thalasemia yang perlu untuk diketahui. Demi kesehatan, mulai dari sekarang ada baiknya pola hidup harulah lebih teratur lagi. Pola hidup yang baik dan teratur dapat meminimalisir kemungkinan datangnya penyakit. Semoga bermanfaat. (CiriCara.com)









