• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Nasib Hutan Riau Bergantung Pada Tata Kelola Pemerintah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
8 Mei 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Direktur Pusat Studi Bencana Universitas Riau Haris Gunawan, meyakini bahwa nasib hutan Riau sangat bergantung pada tata kelola pemerintah.

Menurut Haris, baik pemerintah daerah maupun pusat mempunyai peran penting terhadap hal tersebut. Bentuk tata kelola yang bisa dilakukan berupa iplementasi di lapangan, sanksi serta pengawasan dan poin ini harus dimenjadi prioritas utama.

“Selain itu, kekuatan hukum dari moratorium tersebut harus lebih tinggi dari sekarang yang hanya berbentuk inpres,” katanya, Jumat (08/05/2015)

Menteri Kehutanan Siti Nurbaya memastikan bahwa pihaknya bersama kementerian terkait untuk memperpanjang moratorium hutan dan lahan. Walau begitu, kritikan terus mengalir atas moratorium yang dinilai tidak cukup tegas. (baca : Moratorium Lahan Statusnya Harus Ditingkatkan, Ini Jawaban Menteri LHK)

Haris mengatakan dari Peta Indikatif Penundaan Izin Baru (PIPIB) terhadap hutan primer dan hutan gambut dalam moratorium tersebut menunjukan angka cenderung menurun setiap tahun perpanjangannya.

Pengalaman sebelumnya luasan PIPIB memang cenderung berkurang. Sementara itu, moratorium yang identiknya sebagai penundaan izin industri pada lahan hutan primer dan hutan gambut di Riau, waktu idealnya harus di atas dua tahun. Sehingga jeda yang dibuat dapat lebih lama.

“Bicara jeda kita harus tau ada dimana dan mau menuju kemana, artinya kemana itu harus ada perbaikan,” tandasnya. (melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

KPK Akan Soroti Sumber Daya Alam Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.