BERTUAHPOS.COM — Panitia Gerakan Solusi Indonesia (GSI) Youth Fest Hero Summit di Kota Solo membatalkan rencana kehadiran Raffi Ahmad sebagai tamu undangan pada acara yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Indoor Manahan, Minggu 8 Nobember 2026.
Keputusan itu diumumkan Ketua Panitia Asep Abdullah Rowi pada Senin, 2 November 2026 menyusul dinamika yang berkembang di masyarakat.
Asep menyatakan pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi yang berkembang serta aspirasi publik. Dengan mempertimbangkan situasi yang berkembang, GSI memutuskan untuk membatalkan rencana kehadiran Raffi Ahmad sebagai tamu undangan dalam kegiatan ini.
“Kami menghormati kritik, pandangan, dan aspirasi yang disampaikan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Asep, rencana mengundang Raffi Ahmad sebenarnya telah disusun jauh sebelum kontroversi muncul. “Awalnya kami memang akan mengundang Raffi Ahmad lalu kami batalkan. Ini setelah menyusul dinamika yang berkembang di masyarakat,” ungkap dia.
Panitia menegaskan pembatalan diambil agar tujuan utama kegiatan tetap menjadi fokus bersama. Namun setelah mempertimbangkan dinamika yang berkembang dan untuk menjaga agar tujuan utama kegiatan tetap menjadi fokus bersama, “maka diputuskan untuk membatalkan rencana menghadirkan Raffi Ahmad sebagai tamu undangan,” paparnya.
Asep menjelaskan GSI Youth Fest sepenuhnya diinisiasi dan diselenggarakan oleh Gerakan Solusi Indonesia. Acara itu diposisikan sebagai ruang mempertemukan anak muda, komunitas, tokoh inspiratif, dan pihak yang peduli terhadap masa depan generasi muda.
Kegiatan tersebut mengusung semangat “Pemuda Adalah Solusi”. “Dengan mengusung semangat “Pemuda Adalah Solusi” ini bertujuan mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat,” jelasnya.
Panitia menyebut forum itu dirancang sebagai tempat anak muda memperluas jejaring dan menemukan peluang berkembang. “GSI Youth Fest kami hadirkan sebagai ruang bagi anak muda untuk bertemu, mendapatkan inspirasi, memperluas jejaring, dan menemukan peluang untuk berkembang,” lanjut Asep.
Panitia berharap keputusan pembatalan tidak menggeser fokus acara. “Kami ingin semakin banyak anak muda yang tergerak menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.*









