BERTUAHPOS.COM — Toyota Motor akan memproduksi Corolla generasi terbaru di China. Perusahaan menargetkan produksi itu sudah mulai di tahun 2028 mendatang.
Cololla generasi terbaru dikabarkan mengandalkan platform yang dapat digunakan untuk berbagai sistem penggerak. Fleksibilitas tersebut memungkinkan perusahaan menawarkan kendaraan listrik, hybrid, dan bensin dalam satu pendekatan pengembangan ketika pasar otomotif China menghadapi perlambatan penjualan dan tekanan harga.
Model baru itu akan diproduksi FAW Toyota Motor, perusahaan patungan Toyota dengan China FAW Group. Corolla terbaru akan menggunakan arsitektur multipathway yang memungkinkan Toyota menyesuaikan pilihan teknologi kendaraan dengan kebutuhan pasar.
Dikutip dari IDN Finance, Selasa, 20 Oktober 2026, strategi tersebut memiliki relevansi ekonomi bagi Toyota karena perusahaan tengah menghadapi tekanan penjualan di China. Pada Agustus, penjualan Toyota bersama merek Lexus tercatat sebanyak 118.449 kendaraan, turun 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, persaingan di industri otomotif China semakin ketat. Kendaraan listrik dan kendaraan energi baru lainnya sebelumnya mendorong pertumbuhan pasar, tetapi penjualan mobil baru di dalam negeri kini melambat.
Tekanan persaingan turut memengaruhi harga jual kendaraan dan profitabilitas produsen. Dalam kondisi tersebut, kemampuan menyesuaikan jenis kendaraan dengan permintaan konsumen menjadi bagian penting dari strategi pengembangan produk Toyota.
Melalui platform multipathway, Toyota tidak harus mengarahkan Corolla terbaru hanya pada satu jenis sistem penggerak. Model ini dirancang untuk mengakomodasi kendaraan listrik berbasis baterai, teknologi hybrid, mesin bensin, serta kemungkinan sistem penggerak lainnya.
Toyota telah menggunakan pendekatan serupa pada sejumlah kendaraan, termasuk model Lexus. Penerapan arsitektur tersebut pada Corolla diharapkan mempercepat proses pengembangan, mengurangi biaya, dan memberikan ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan produk dengan perubahan preferensi pembeli.
Arah pengembangan Corolla terbaru sebelumnya diperlihatkan melalui mobil konsep yang diperkenalkan pada Japan Mobility Show pada musim gugur 2025. Toyota menempatkan keragaman kebutuhan pasar sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan model tersebut.
Koji Sato, yang kini menjabat Wakil Ketua Toyota, pernah menyoroti perbedaan kondisi yang dihadapi konsumen di berbagai wilayah. Saat menyampaikan pandangan itu, Sato masih menjabat sebagai Presiden Toyota.
“Bumi ini luas dan dunia memiliki keragaman. Kondisi jalan berbeda, begitu pula kondisi energinya,” ujar Sato.
Ia sebelumnya juga mengindikasikan bahwa Corolla generasi terbaru akan hadir dengan sejumlah opsi penggerak. Selain versi hybrid dan bensin, Toyota diperkirakan menawarkan varian listrik berbasis baterai sesuai rencana pengembangan yang telah disampaikan.
Pengembangan produk Toyota di China juga mencakup segmen kendaraan listrik premium. Perusahaan berencana mulai memproduksi kendaraan listrik Lexus generasi terbaru dengan jarak tempuh lebih jauh di China pada 2027.
Toyota turut menyiapkan kendaraan listrik dengan teknologi extended-range electric vehicle (EREV). Berbeda dari kendaraan listrik berbasis baterai murni, EREV menggunakan mesin pembakaran internal untuk menghasilkan listrik, sementara motor listrik tetap menjadi penggerak roda.
Di luar pengembangan model, Toyota melanjutkan agenda elektrifikasi dan teknologi kendaraan cerdas di China. Perusahaan juga melakukan restrukturisasi terhadap dua perusahaan patungannya di negara tersebut sebagai bagian dari upaya pengembangan bisnis di pasar yang tengah berubah.
Rencana produksi Corolla terbaru pada 2028 menempatkan model tersebut dalam strategi Toyota untuk menyediakan pilihan teknologi yang lebih beragam. Perusahaan akan mengandalkan platform yang sama-sama mendukung beberapa jenis sistem penggerak, sembari menyiapkan kendaraan listrik Lexus dan EREV untuk pasar China.









