BERTUAHPOS.COM – Program biodiesel B50 berpotensi mengubah peta pasokan minyak sawit Indonesia pada 2027. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan volume ekspor minyak sawit nasional hanya mencapai 26,5 juta ton, turun dari proyeksi 31 juta ton pada 2026.
Penurunan sekitar 4,5 juta ton dalam setahun itu dipicu oleh kenaikan konsumsi domestik yang tidak diimbangi peningkatan produksi. Namun, Sekretaris Jenderal Gapki, Hadi Sugeng, mengatakan tekanan tersebut berasal dari kenaikan konsumsi domestik yang tidak diimbangi peningkatan produksi.
“Penerapan B50 mulai Januari 2027 diperkirakan meningkatkan kebutuhan minyak sawit untuk biodiesel, sedangkan produksi berpotensi menurun,” katanya.
Menurut proyeksi Gapki, dia menyebut, konsumsi domestik minyak sawit akan naik dari 27 juta ton tahun ini menjadi 30 juta ton pada 2027, atau meningkat 11%. Kenaikan terbesar terjadi pada kebutuhan biodiesel yang diperkirakan melonjak dari 14,7 juta ton menjadi 17,4 juta ton.
Di sisi lain, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada 2027 diproyeksikan sebesar 56,6 juta ton. Angka itu lebih rendah dibandingkan proyeksi 58,8 juta ton pada 2026. “Penurunan produksi ini memperparah tekanan terhadap ketersediaan pasokan untuk ekspor,” tambah Hadi.
Kombinasi penurunan produksi dan kenaikan kebutuhan dalam negeri berpotensi mempersempit ruang ekspor Indonesia. Gapki mencatat kondisi ini juga membuat ketersediaan stok menjadi perhatian menjelang peningkatan kewajiban pencampuran biodiesel.
Gapki memperkirakan stok akhir pada 2027 hanya sekitar 2,7 juta ton. Angka itu lebih rendah daripada tingkat ideal yang diperkirakan pada kisaran 3,5 juta ton hingga 4 juta ton. Stok yang tipis ini menjadi sinyal waspada bagi industri sawit nasional.
Luas perkebunan sawit nasional yang mendekati 17 juta hektare belum menjamin ketersediaan pasokan yang memadai. Faktanya, produksi nasional memang tidak begitu baik sehingga stoknya juga sangat berat. Fenomena El Nino turut menjadi faktor yang berpotensi menekan produksi dalam negeri.
Hadi Sugeng menegaskan bahwa tekanan ini merupakan konsekuensi dari kenaikan konsumsi domestik yang tidak diimbangi peningkatan produksi. Gapki terus mencermati perkembangan produksi dan kebutuhan biodiesel menjelang implementasi B50 pada Januari 2027.









