BERTUAHPOS.COM- Fenomena distribusi penduduk yang tidak merata di Indonesia menyebabkan beberapa daerah memiliki densitas penduduk yang sangat tinggi, sementara daerah lainnya cenderung jarang dihuni.
Sekitar 56% dari populasi Indonesia tinggal di Pulau Jawa, yang hanya mencakup 7% dari total luas wilayah negara ini.
Di Provinsi DKI Jakarta, Kota Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi, yaitu 3,31 juta jiwa.
Sementara itu, pulau-pulau seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua menunjukkan kepadatan penduduk yang jauh lebih rendah.
Di daerah tersebut, terdapat beberapa kota yang termasuk dalam kategori paling sepi di Indonesia dengan jumlah penduduk di bawah 100 ribu jiwa.
1. Sabang, Aceh
Kota Sabang yang terletak di Pulau Weh, Aceh, dikenal sebagai kota dengan populasi terendah di Indonesia.
Diperkirakan, populasi kota yang terletak di ujung paling barat ini hanya sekitar 43.527 jiwa.
Dengan luas wilayah sekitar 153 kilometer persegi, kepadatan penduduknya tercatat relatif rendah, yaitu sekitar 282 jiwa per kilometer persegi.
Sebagai kota yang cukup terisolasi, Sabang menawarkan suasana tenang dan damai dengan pantai eksotis serta terumbu karang yang alami.
2. Kota Padang Panjang, Sumatera Barat
Kota Padang Panjang dikenal sebagai salah satu kota tersepi di Indonesia dan juga diakui sebagai kota terkecil dengan luas sekitar 23 kilometer persegi.
Pada pertengahan 2023, populasi Kota Padang Panjang diperkirakan hanya sekitar 62.731 jiwa, dengan kepadatan populasi sekitar 2.530 jiwa per kilometer persegi.
Berlokasi di dataran tinggi dengan ketinggian 650 hingga 850 meter di atas permukaan laut, kota ini memiliki iklim yang sejuk.
Kota ini dikenal dengan julukan “Kota Serambi Mekah” dan “Mesir van Andalas” karena banyaknya pondok pesantren dan lembaga pendidikan yang ada di sini.
3. Sawahlunto, Sumatera Barat
Populasi Kota Sawahlunto tercatat lebih dari 68.380 jiwa. Dengan luas wilayah sekitar 273,45 kilometer persegi, kepadatan penduduk kota ini hanya sekitar 245 jiwa per kilometer persegi.
Sawahlunto sebelumnya dikenal sebagai pusat pertambangan terbesar di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19.
Namun, setelah tambang ditutup pada akhir abad ke-20, populasi kota ini mengalami penurunan drastis dan hampir menjadi kota yang tidak berpenghuni.
Saat ini, Kota Sawahlunto telah bertransformasi dengan fokus ekonomi pada pariwisata dan pelestarian budaya.
4. Solok, Sumatera Barat
Kota Solok memiliki luas wilayah yang cukup besar, sekitar 1.309,64 kilometer persegi, namun dihuni oleh hanya 82.478 jiwa.
Secara geografis, Kota Solok terletak di daerah pegunungan dan dikelilingi oleh pemandangan alam yang menawan.
Kota ini dikenal sebagai penghasil beras berkualitas tinggi dan dijuluki “Kota Beras” Indonesia.
5. Tual, Maluku
Sebelumnya, Tual merupakan bagian dari Kabupaten Maluku Tenggara sebelum resmi menjadi kota otonom pada tahun 2007.
Kota Tual memiliki luas sekitar 1.179,36 kilometer persegi dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, yaitu sekitar 90.548 jiwa.
Kota ini terkenal akan potensi wisatanya, termasuk Pantai Ngurbloat yang memiliki pasir putih halus dan Pulau Adranan yang indah serta masih jarang dikunjungi wisatawan.









