BERTUAHPOS.COM – BMW memiliki cara unik untuk menandai perubahan generasi. New BMW iX3 tidak hanya membawa desain baru atau peningkatan tenaga, tetapi juga melakukan perubahan pada hampir semua aspek kendaraan.
Sebagai model pertama yang dibangun di atas arsitektur Neue Klasse, SUV listrik ini menjadi simbol arah baru BMW dalam beberapa tahun ke depan.
Di Indonesia, New BMW iX3 diluncurkan pada GIIAS 2026. Model ini diperkenalkan sebagai Sports Activity Vehicle (SAV) listrik generasi terbaru dengan berbagai teknologi yang belum pernah ada sebelumnya pada model produksi BMW.
Salah satu perubahan signifikan terletak pada sistem penggeraknya. New BMW iX3 50 xDrive memanfaatkan BMW eDrive Generasi Keenam dengan sistem kelistrikan 800 volt. Motor listriknya dapat menghasilkan tenaga maksimum hingga 345 kW atau 469 hp dan torsi maksimum 645 Nm.
Dengan angka tersebut, New BMW iX3 dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 4,9 detik. Namun, performa bukanlah satu-satunya fokus BMW. Efisiensi dan kemampuan pengisian daya juga menjadi aspek penting dalam pengembangan generasi baru ini.
BMW mengklaim New BMW iX3 dapat menempuh jarak hingga 805 kilometer berdasarkan standar WLTP. Untuk pengisian cepat, sistem DC Fast Charging dapat menerima daya hingga 400 kW.
Dalam kondisi pengisian yang optimal, baterai dapat memberikan tambahan jarak tempuh hingga 372 kilometer hanya dalam waktu 10 menit. Selain itu, pengisian dari 10 hingga 80 persen memerlukan waktu sekitar 21 menit.
Di balik performa tersebut, New BMW iX3 menghadirkan perubahan signifikan pada arsitektur elektronik kendaraan. BMW melengkapi kendaraan ini dengan empat Superbrains yang bertanggung jawab untuk mengelola berbagai fungsi utama.
Sistem ini beroperasi bersama BMW Operating System X sebagai bagian dari upaya BMW untuk mengurangi ketergantungan pada banyak unit kontrol elektronik terpisah.
Salah satu teknologi menarik yang dihadirkan adalah Heart of Joy. Sistem ini mengkoordinasikan akselerasi, pengereman, kemudi, dan pemulihan energi secara terintegrasi.
BMW menyatakan bahwa sistem ini mampu memproses parameter dinamika kendaraan hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan sistem sebelumnya. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan respons mobil, tetapi juga untuk mengintegrasikan berbagai fungsi berkendara dengan lebih baik.
Perubahan signifikan juga terlihat di area kabin. New BMW iX3 menjadi model produksi pertama BMW yang menggunakan BMW Panoramic iDrive melalui BMW Panoramic Vision.
Konsep ini mengubah cara pengemudi mengakses dan melihat informasi tentang kendaraan. Sistem ini dikombinasikan dengan Central Display berdesain free-cut, kemudi multifungsi terbaru, BMW Operating System X, dan BMW Intelligent Personal Assistant.
BMW juga menawarkan pendekatan digital yang lebih kuat dalam pengalaman berkendara. Berbagai fungsi kendaraan dapat diakses melalui layar ataupun perintah suara.
Dengan pendekatan ini, Neue Klasse tidak hanya sekadar tentang platform kendaraan listrik baru, tetapi juga menjadi dasar untuk mengubah hubungan antara pengemudi, kendaraan, dan sistem digital di dalam mobil.
Fitur menarik lainnya dari New BMW iX3 adalah teknologi bidirectional charging. Ini menjadikannya sebagai BMW pertama yang mendukung Vehicle-to-Load (V2L), Vehicle-to-Home (V2H), dan Vehicle-to-Grid (V2G).
Artinya, energi yang disimpan di dalam baterai tidak hanya digunakan untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga dapat dialirkan kembali untuk kebutuhan perangkat lain, rumah, atau jaringan listrik dalam skenario tertentu.
Teknologi ini mengubah fungsi baterai kendaraan listrik dari sekadar penyimpan energi menjadi bagian dari ekosistem energi yang lebih luas.
New BMW iX3 juga memiliki makna penting sebagai model pertama dari Neue Klasse. Arsitektur ini direncanakan untuk tidak berhenti hanya pada satu kendaraan.
BMW merencanakan bahwa Neue Klasse akan menjadi fondasi bagi lebih dari 40 model baru maupun penyegaran model yang akan diperkenalkan hingga tahun 2027.
Oleh karena itu, generasi terbaru iX3 ini dapat dilihat sebagai cerminan awal mengenai arah kendaraan BMW di masa depan, terutama dalam aspek elektrifikasi, digitalisasi, sistem elektronik, dan pengalaman berkendara.
BMW juga mengembangkan New BMW iX3 dengan prinsip Design for Circularity, menggunakan sejumlah material daur ulang dalam produksinya, yang dilakukan di BMW Group Plant Debrecen, Hungaria, yang beroperasi tanpa menggunakan bahan bakar fosil dalam kondisi normal.
Di Indonesia, New BMW iX3 50 xDrive ditawarkan dengan harga Rp2,269 miliar dalam status off-the-road.









