BERTUAHPOS.COM — Sebanyak 109 hektare lahan di Kota Pekanbaru terbakar sepanjang 2026. Kebakaran mayoritas melanda kawasan gambut milik masyarakat. Karhutla di Pekanbaru itu cenderung meningkat pada Agustus 2026.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, mengatakan kebanyakan lahan yang terbakar adalah kebun dan lahan milik masyarakat. Ia menyebut lahan terluas yang dipadamkan mencapai enam hektare.
“Kebanyakan kebun dan lahan milik masyarakat. Paling luas lahan yang kita lakukan upaya pemadaman mencapai enam hektar,” kata Martin, Kamis, 17 September 2026.
Untuk mencegah kebakaran meluas, BPBD terus melakukan patroli dan penanganan setiap kali ditemukan titik api. Salah satu kebakaran lahan terjadi di Jalan Manunggal, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani.
Petugas juga melakukan pendinginan setelah api berhasil dipadamkan. Langkah itu untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Martin menyebut kondisi Karhutla di Pekanbaru saat ini masih terkendali. Meski demikian, patroli tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Untuk titik kebakaran lahan baru yang mengkhawatirkan masih belum ada, tapi kita tetap menggelar patroli,” ucapnya.
Sementara itu, kabut asap yang masih menyelimuti Pekanbaru tidak seluruhnya berasal dari kebakaran lahan di dalam kota. Asap juga berasal dari kebakaran lahan di daerah lain, termasuk dari luar Provinsi Riau.









