BERTUAHPOS.COM — Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru menjadi ajang untuk menyaring bibit unggul dari daerah untuk calon atlet bulutangkis nasional. Lewat ajang ini, Coach Hendrawan dan Coach Maria Kristin menilai langsung potensi peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru.
Menurut Coach Hendrawan, para pelatih berpeluang dapat melihat langsung para calon atlet mencakup teknik, kelincahan, tenaga, dan fighting spirit dari para peserta.
Pelatih legendaris itu mengatakan sistem turnamen tahun ini memungkinkan penilaian lebih secara menyeluruh. Dengan kata lain, peserta tidak hanya dinilai menang dalam pertandingan, tetapi juga prospek jangka panjang dari setiap peserta.
“Kita bisa mengamati langsung, bagaimana teknik mereka saat bermain. Dari sini bisa keliatan juga apakah peserta memang berbakat atau tidak, itu semua yang kita nilai,” ujarnya kepada Bertuahpos, Kamis, 9 Juli 2026, dalam sesi wawancara di GOR Angkasa, Pekanbaru.
Khusus untuk para peserta putri, Coach Hendrawan mengakui, bahwa materinya memang tidak mudah. Hanya ada 1 atau 2 peserta yang menunjukkan performa menjanjikan.
Faktor ketegangan dalam sistem turnamen kerap membuat peserta gagal mengeluarkan performa terbaik. Namun, penilaian tetap mengacu pada potensi dasar yang bisa dikembangkan di karantina.
“Yang terbaik itu tetap akan unggul. Jadi, nanti yang menang akan masuk karantina dan dilihat lagi perkembangannya saat ikut latihan,” kata Coach Hendrawan.
Dia menyebut, audisi umum PB Djarum yang digelar di Pekanbaru ini merupakan strategi untuk menjaring bibit di luar Pulau Jawa. Coach Hendrawan menilai bakat di luar Jawa tidak kalah dibanding yang selama ini terpusat di Jawa.
“Secara bakat tidak kalah. Kami jemput ke daerah supaya mereka yang tidak pernah ke Jawa bisa ikut audisi,” ungkapnya.
Sementara itu, bagi Coach Maria Kistin, yang paling dibutuhkan oleh para atlet agar tetap bisa tumbuh dan berkembang di bidang ini adalah kemauan yang besar, terutama bagi calon atlet putri bulutangkis.
“Kadang, waktu audisi seperti ini kita lihat kemauannya sangat besar, tapi banyak juga bermasalah setelah mereka benar-benar dibina di Djarum. Performa mereka jadi turun. Jadi kita ingin motivasinya tetap terjaga sampai akhir,” ujarnya.









