BERTUAHPOS.COM — Microsoft PHK karyawan hingga 4.800 orang atau 2,1% dari total tenaga kerja global dalam gelombang efisiensi terbaru perusahaan. Raksasa teknologi ini merestrukturisasi bisnisnya secara agresif di tengah transformasi besar-besaran yang mengguncang industri.
Executive Vice President sekaligus Chief People Officer Microsoft, Amy Coleman, mengonfirmasi keputusan ini melalui pesan internal kepada seluruh karyawan pada Senin. Dia menekankan bahwa perusahaan harus beradaptasi dengan kecepatan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Bisnis kami berubah karena dunia di sekitar kami juga berubah. Cara teknologi dibangun, diterapkan, dan digunakan kini berubah lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” tulis Coleman, dikutip dari CNN International.
Divisi gim Xbox menjadi salah satu unit yang menanggung beban terberat dalam restrukturisasi ini. CEO Xbox, Asha Sharma, menyatakan bisnis gim perusahaan perlu segera disesuaikan dengan lanskap industri yang bergeser drastis.
Strategi akuisisi studio gim yang dijalankan sejak 2018 belum mampu menghasilkan pertumbuhan sesuai ekspektasi. Perusahaan kini berencana memangkas sekitar 3.200 posisi di divisi Xbox sepanjang tahun fiskal 2027.
Coleman menegaskan bahwa PHK ini bukan disebabkan oleh AI yang secara langsung menggantikan pekerjaan manusia. “Namun, teknologi kecerdasan buatan telah mengubah cara pekerjaan dilakukan sehingga kebutuhan tenaga kerja juga ikut berubah,” jelasnya.
Gelombang efisiensi ini melanjutkan serangkaian pengurangan tenaga kerja di Microsoft sepanjang tahun terakhir. Pada April, perusahaan menawarkan program pensiun sukarela kepada sekitar 7% karyawannya di Amerika Serikat dan lebih dari 30% pegawai yang memenuhi syarat memilih mengikuti program tersebut.
Sharma mengungkapkan jumlah karyawan Xbox saat ini masih sekitar 40% lebih banyak dibandingkan saat peluncuran konsol generasi terbaru pada 2020. Ironisnya, basis pemain justru mengalami penyusutan di tengah lonjakan jumlah pegawai tersebut.
“Kami kini bersaing tidak hanya dengan penerbit gim terbesar, tetapi juga dengan studio independen yang lebih kecil. Tidak mungkin, dan juga tidak perlu, memiliki setiap studio independen terbaik,” ujar Sharma.
Microsoft mengalokasikan belanja modal hingga US$190 miliar pada 2026 untuk pengembangan infrastruktur AI dan pusat data. Perusahaan juga menyatakan akan terus mengeksplorasi skema pensiun sukarela guna meminimalkan PHK pada masa mendatang.









