BERTUAHPOS.COM — Motor listrik Omo X menghadirkan pengalaman berkendara yang jauh dari kesan motor listrik pada umumnya. Motor listrik bergaya cyber cycle ini tampil dengan desain futuristik yang solid dan segudang fitur pintar.
Omo X dibekali baterai LiFePO4 berkapasitas 5,4 kWh untuk versi short range dan 7,6 kWh untuk long range. Dalam sekali pengecasan penuh, versi short range mampu menempuh jarak hingga 160 kilometer, sementara long range mencapai 210 kilometer berdasarkan standar WMTC.
Pengisian daya dari 0-80 persen memakan waktu sekitar 6 jam jika menggunakan pengisi daya portabel. Sementara dengan fast charging, waktu yang dibutuhkan hanya 2 jam saja.
Omo juga menyiapkan stasiun pengecasan cepat di beberapa kota besar di Pulau Jawa. Di stasiun tersebut, pengisian 0-80 persen cukup dalam waktu satu jam.
Motor listrik Omo X tidak ditempatkan di hub roda belakang, melainkan dipasang di sisi swing arm seperti sistem side motor pada Honda Cuve. Tenaga disalurkan melalui gardan ke roda belakang, bukan belt atau hub drive.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 17,6 PS dengan torsi besar 320 Nm yang diukur langsung pada dinamonya. Torsi besar itu terasa spontan namun tetap bisa diurut dengan halus.
Desain Omo X sangat futuristik dengan panel-panel lebar yang menyatu dari depan ke belakang, mirip gaya Cybertruck. Semua sambungan bodi terpasang rapat dan solid, meski unit yang kami uji masih berstatus prototipe.
Koefisien drag motor ini sangat rendah, hanya 0,40, mengalahkan Suzuki Hayabusa yang berada di angka 0,55. Berkat aerodinamika itu, jarak tempuh motor bisa bertambah sekitar 15 kilometer.
Lampu depan sudah mengusung LED proyektor yang tipis dan modern. Begitu pula lampu sein dan lampu belakang, semuanya sudah LED.
Salah satu fitur unggulannya adalah auto side stand switch. Standar samping akan otomatis melipat saat motor dinyalakan atau masuk mode berkendara, dan kembali terbuka saat motor mati.
Bahkan jika pengendara secara manual melipat standar dengan kaki, sensor elektronik akan membaca gerakan itu dan tetap melipat secara otomatis. Fitur ini benar-benar memudahkan dan mengubah kebiasaan berkendara.
Kaki-kaki depan Omo X menggunakan suspensi wishbone yang umumnya ditemui di motor premium ratusan juta. Konstruksi ini efektif meredam efek brake diving dan meningkatkan stabilitas.
Untuk belakang, motor mengandalkan single sided swing arm dengan satu shock absorber tanpa preload adjuster. Meski begitu, pengendalian roda belakang tetap presisi dan nyaman.
Profil ban depan berukuran 120/70 dengan ring 14 inci dan belakang 150/70 ring 14 inci, keduanya memakai ban Maxxis. Pilihan ini mendukung kelincahan sekaligus traksi yang memadai.
Motor ini tidak lagi menggunakan kunci fisik. Pengendara cukup mengunduh aplikasi Omo untuk menyalakan motor melalui smartphone.
Jika ponsel tertinggal atau baterai habis, tersedia opsi memasukkan kata sandi melalui panel speedometer untuk membuka stang dan menyalakan motor. Pendekatan ini menjaga fleksibilitas tinggi untuk kendaraan komuter.
Panel instrumennya berukuran 10 inci dengan tampilan fluid dan animasi halus. Layar ini menampilkan informasi lengkap mulai dari peta navigasi turn-by-turn, konsumsi daya, persentase baterai, hingga sisa jarak tempuh.
Pengaturan riding mode juga bisa diakses melalui layar dan joystick di kanan setang. Tersedia empat mode: sport, comfort, wetland, dan assist.
Di sisi kiri setang terdapat joystick untuk mengoperasikan menu speedometer, tombol menu, serta tombol khusus untuk mundur. Motor seberat 170 kg ini bisa digerakkan mundur dengan menekan tombol dan memutar gas, sangat membantu saat parkir di tanjakan.
Di bagian depan terdapat kompartemen terbuka yang muat ponsel layar 6,4–6,7 inci, lengkap dengan colokan USB type A dan type C. Tidak perlu repot membeli adaptor.
Tepat di atasnya ada laci terbuka yang bisa dipakai menaruh ponsel, namun rawan terpental saat melewati polisi tidur. Gantungan di bawah kompartemen pendek dan kurang cocok untuk beban berat.
Dua speaker Pioneer terpasang di sisi motor, bisa memutar musik maupun suara buatan. Suara klakson bahkan bisa diatur melalui pembaruan perangkat lunak, menjadikan Omo X sangat fleksibel.
Bagasi di bawah jok dapat memuat helm half face dan masih menyisakan ruang untuk jas hujan atau sarung tangan. Versi produksi nanti akan dilengkapi hidrolis penahan jok, sementara unit uji kami belum memilikinya.
Saat kami tes di jalanan Bogor, akselerasi Omo X terasa halus dan responsif di mode sport maupun comfort. Putaran gas bisa diurut dengan mudah, tidak ada sentakan mendadak.
Suspensi wishbone depan memang terasa agak kaku saat berbelok patah, namun memberikan kestabilan luar biasa. Motor langsung melurus dengan sendirinya setelah tikungan, sangat membantu pengendalian.
Bantingan suspensi mampu menghajar lubang khas jalanan Indonesia tanpa membuat motor limbung. Karakter redamannya tidak terlalu empuk, tetapi rebound-nya terkontrol sehingga tetap stabil.
Sektor pengereman dengan rem cakram depan-belakang terasa pakem dan mudah ditakar. Rem tidak langsung memutus tenaga, sehingga pengendara masih bisa mengontrol gas saat bermanuver.
Fitur auto hold memudahkan saat berhenti di tanjakan atau lampu merah. Cukup rem sesaat hingga muncul indikator H, motor akan otomatis tertahan tanpa perlu menekan tuas terus menerus.
Meski secara umum sangat impresif, ada beberapa catatan untuk Omo X. Panel-panel bodi yang terlihat rapat berpotensi retel dalam pemakaian jangka panjang.
Pabrikan mengklaim cat motor setebal 100 mikron seperti cat mobil sehingga tidak mudah lecet. Namun, kualitas sambungan panel harus ditingkatkan agar tetap solid bertahun-tahun.
Footstep atau pijakan kaki penumpang depan melipat ke belakang. Saat akselerasi mendadak, pijakan dapat terlipat secara tidak sengaja, mengurangi kenyamanan dan keamanan penumpang.
Ke depan, diharapkan pijakan lipat ke atas agar lebih aman, atau setidaknya didesain ulang agar tidak mudah terlipat saat didorong beban kaki.
Secara keseluruhan, Omo X adalah motor listrik yang sangat layak untuk commuting harian hingga ratusan kilometer. Dengan segala kecanggihan dan kenyamanannya, motor ini siap mengubah pengalaman berkendara konvensional.
Sumber: Youtube AutonetMagz









