BERTUAHPOS.COM — Pembeli minyak sawit dari berbagai negara tetap aktif mengamankan pasokan minyak nabati dari Indonesia untuk pengiriman beberapa bulan mendatang. Kondisi ini terjadi meski pemerintah baru saja menerapkan kebijakan yang memusatkan ekspor komoditas strategis melalui satu pintu.
Pelaku pasar menilai masa transisi yang diberikan pemerintah memberi ruang bagi arus perdagangan untuk tetap berjalan. Mereka menunggu kejelasan lebih lanjut soal implementasi aturan baru tersebut.
Sejak kebijakan itu mulai berlaku pada awal Juni, aktivitas ekspor minyak sawit relatif tidak mengalami gangguan berarti. Importir utama dari India dan China tetap melanjutkan pemesanan untuk kebutuhan jangka menengah hingga akhir tahun.
Pembeli dari India kini berfokus mengamankan pasokan minyak sawit untuk beberapa bulan ke depan. Sementara itu, importir China sudah mulai memesan kargo hingga periode pengiriman Desember 2026.
Presiden dan Chief Executive Officer Grup SD Guthrie Bhd, Mohd Haris Mohd Arshad, mengatakan situasi perdagangan minyak sawit masih berjalan normal. “Saat ini semuanya masih berjalan seperti biasa dan masih lancar,” katanya seperti dikutip Theedgemalaysia.
Ia menambahkan, pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil mengamati perkembangan kebijakan. “Orang-orang menjalaninya hari demi hari, dan melihat apa yang akan terjadi,” ujarnya.
Kebijakan ekspor satu pintu ini sebelumnya mengejutkan pasar setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pengawasan terpusat terhadap ekspor sejumlah komoditas utama. Pengawasan tersebut dilakukan melalui entitas yang didukung negara untuk menutup potensi kebocoran penerimaan negara dari perdagangan komoditas.
Indonesia merupakan produsen dan eksportir minyak sawit terbesar dunia. Setiap perubahan kebijakan ekspor minyak sawit dari Indonesia berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan global.
Pasar minyak nabati saat ini juga menghadapi risiko pengetatan pasokan dari faktor lain. Potensi fenomena super El Niño serta rencana peningkatan mandat biodiesel Indonesia yang akan berlaku bulan depan turut menjadi perhatian pelaku pasar.









