BERTUAHPOS.COM — Manajemen talenta ASN Provinsi Riau mencatatkan pencapaian luar biasa dengan memenuhi seluruh indikator pada tiga pilar utama percepatan pembangunan sistem tersebut hingga 100 persen.
Capaian ini mendapat apresiasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam forum Ekspose Manajemen Talenta ASN yang digelar di Jakarta, Selasa, 2 Mei 2026.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan penerapan manajemen talenta ASN merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap aparatur sipil negara memperoleh kesempatan pengembangan karir secara objektif sesuai kompetensi, potensi, dan kinerja yang dimiliki.
“Kami ingin memastikan bahwa pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja, sehingga mampu menghadirkan birokrasi yang semakin profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, birokrasi yang profesional hanya dapat diwujudkan apabila pengelolaan sumber daya manusia dilakukan secara terukur, transparan, dan berbasis sistem yang kuat. Manajemen talenta ASN menjadi instrumen kunci untuk mewujudkan visi tersebut di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Selama beberapa tahun terakhir, Pemprov Riau telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung implementasi manajemen talenta ASN, salah satunya melalui pembangunan talent pool ASN sebagai dasar pengelolaan karier aparatur secara lebih terarah.
Pemprov Riau juga telah melaksanakan pemetaan talenta menggunakan metode 9-Box Matrix untuk mengidentifikasi potensi dan kinerja ASN secara komprehensif, didukung oleh UPT Penilaian Kompetensi ASN yang telah dikembangkan sejak 2015.
Wakil Kepala BKN, Suharmen, turut menyampaikan apresiasinya atas kesiapan Pemprov Riau yang dinilai telah memenuhi seluruh indikator evaluasi. Hasil penilaian BKN menunjukkan bahwa Provinsi Riau telah memenuhi semua indikator pada Pilar I, Pilar II, dan Pilar III percepatan pembangunan manajemen talenta ASN.
“Secara umum Provinsi Riau sudah siap untuk menerapkan Manajemen Talenta ASN. Kelengkapan indikator pada Pilar I, II, dan III percepatan pembangunan Manajemen Talenta telah mencapai 100 persen,” ungkap Suharmen.
Meski demikian, BKN memberikan sejumlah masukan untuk menyempurnakan sistem yang telah dibangun, khususnya terkait optimalisasi pembaruan data kinerja ASN dan penguatan Document Management System (DMS) atau sistem arsip digital.
“Kami mendorong agar pembaruan data dilakukan secara berkala dan sosialisasi terus dimaksimalkan sehingga seluruh pegawai dapat melengkapi data yang dibutuhkan dalam sistem,” jelas Suharmen.
Suharmen menambahkan bahwa optimalisasi data kinerja dan sistem manajemen dokumen menjadi faktor penting karena turut mempengaruhi penilaian dalam manajemen talenta ASN secara keseluruhan.
Ia berharap implementasi sistem ini di Provinsi Riau nantinya dapat berjalan optimal dan menjadi instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.
“Semoga Manajemen Talenta dapat diterapkan dengan baik di Provinsi Riau untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pemerintahan kelas dunia,” tutup Suharmen.









