• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Waspada! Pelalawan Kini Berstatus KLB Rabies

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 April 2015
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PANGKALAN KERINCI – Sebanyak 21 kasus penyakit rabies terjadi di Pelalawan sejak Januari hingga April 2015 ini. Dengan satu korban meninggal dunia, maka Dinas Kesehatan (diskes) Pelalawan menyatakan statusnya Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Dr Endit R Pratiknyo, Selasa (17/04/2015), pihaknya telah menetapkan Kabupaten Pelalawan dengan status KLB Rabies pada awal pekan lalu. Sedangkan korban yang paling banyak terkena gigitan anjing rabies tersebut terjadi di Kecamatan Pangkalan Kuras sebanyak 9 kasus.
 
“Status tersebut kami tetapkan karena mengingat sudah ada satu korban meninggal dunia akibat penyakit rabies setelah diserang atau digigit anjing gila. Dan korban tersebut yakni seorang pelajar SMAN di kelurahan Sorek kecamatan Pangkalan Kuras atas nama Pendi Nababan (17) yang berdomisili di Jalan Pipa Gas Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras,” ungkap mantan Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci ini.
 
Sedangkan 20 korban lainnya telah mendapat tindakan langsung dari tenaga medis berupa suntikan vaksin anti rabies dan saat ini dalam tahap pemulihan dan penyembuhan.
 
Upaya Diskes untuk mengantisipasi kasus gigitan anjing gila tersebut, antara lain dengan menggelar sosialisasi terhadap bahaya hewan penular rabies. Selain itu, dalam waktu dekat ini pihaknya bersama dinas peternakan akan menggelar penyuntikan hewan yang rentan menyebarkan virus rabies seperti anjing, kucing dan kera (monyet,red). 
 
Namun demikian, pihaknya tetap terus menghimbau agar peran serta dari semua masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk bersama-sama memelihara hewan peliharaan yang menyebabkan penyakit rabies dengan baik dan segera melakukan penyuntikan rabies terhadap hewan peliharannnya. 
 
Artinya anjing dan hewan penyebar rabies tidak dibenarkan untuk berkeliaran bebas, namun harus diikat, sehingga keberadaan hewan rabies tersebut bisa terkontrol karena selain tidak menggigit orang juga kesehatan anjing dapat diperhatikan.
 
“Sedangkan untuk korban gigitan anjing rabies ini, harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, terutama masyarakat yang suka memelihara hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera,” tambahnya. 
 
Ia juga meminta dengan tegas agar masyarakat yang suka memelihara hewan peliharaan mengandung rabies, dapat menjaga hewan peliharaannya dan jangan dibiarkan berkeliaran. Mereka juga diminta untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaannya di instansi terkait. .
 
“Kita punya komitmen untuk terus memantau populasi anjing jalanan, karena anjing yang tidak dipelihara ini lebih mudah tertular penyakit, termasuk rabies,” pungkasnya. (maulana)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Sariayu Buka Kelas Make up di RRI Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.