• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tanpa Insentif, Adopsi Mobil Listrik Terancam Stagnan dan Konsumen Pilih Hybrid

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 April 2026
Tanpa Insentif, Adopsi Mobil Listrik Terancam Stagnan dan Konsumen Pilih Hybrid

Tanpa Insentif, Adopsi Mobil Listrik Terancam Stagnan dan Konsumen Pilih Hybrid

236
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Tren adopsi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia menghadapi tantangan besar setelah periode pemberian insentif berakhir.

Penghentian dukungan fiskal ini memicu kenaikan harga pada sejumlah model EV di pasar domestik, yang berpotensi menghambat laju transisi energi di sektor otomotif.

Sebelumnya, pemerintah memberikan potongan pajak sebesar 10 persen untuk mobil listrik rakitan lokal serta kemudahan serupa bagi model impor yang berkomitmen melakukan perakitan di dalam negeri.

Tanpa adanya kebijakan pendukung tersebut, daya beli masyarakat terhadap mobil listrik murni kini mulai diuji oleh realitas harga pasar yang kembali normal.

Situasi ini memicu pergeseran preferensi konsumen yang kini cenderung melirik mobil hybrid sebagai alternatif paling masuk akal. Mobil hybrid menawarkan variasi model yang lebih luas, termasuk konfigurasi tujuh penumpang (7-seater) dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan EV murni.

Selain faktor harga, keterbatasan infrastruktur pengisian daya di luar Pulau Jawa menjadi alasan kuat bagi calon pembeli untuk tetap memilih kendaraan yang memiliki mesin pembakaran internal sebagai pendukung mobilitas mereka.

“Secara rasional, banyak konsumen level menengah cenderung bersikap rasional dan beralih ke mobil hybrid yang fleksibel tanpa ketergantungan pada charging infrastructure,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa meskipun jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terus bertambah, penyebarannya belum merata secara nasional, sehingga menjadi pertimbangan krusial bagi konsumen di daerah.

Kondisi ekonomi makro juga turut memengaruhi kebijakan ini, di mana pemerintah harus membagi fokus anggaran untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Yannes memperingatkan bahwa tanpa adanya intervensi kebijakan yang lebih berani dan tepat sasaran, industri kendaraan listrik di tanah air berada dalam bayang-bayang kegagalan pertumbuhan. Risiko ini muncul bukan karena faktor teknologi, melainkan akibat ekosistem dan daya beli masyarakat yang belum mandiri untuk menopang transisi tanpa bantuan subsidi negara.

“Jika tidak ada desain kebijakan baru yang lebih tepat sasaran dan berani, maka adopsi EV sangat berisiko mengalami stagnasi struktural dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” kata Yannes.

Padahal, persaingan manufaktur global seperti BYD sempat menunjukkan performa positif berkat insentif tersebut, bahkan hingga berani memboyong sub-merek premium Denza ke Indonesia.***

Katadata.co.id

Tags: hybridkendaraanmobil listrikotomotiftransportasi
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Spesifikasi Chery Q, Mobil Listrik Compact EV dengan Layar Sentuh Floating Harga Rp200 Jutaan
Otomotif

Spesifikasi Chery Q, Mobil Listrik Compact EV dengan Layar Sentuh Floating Harga Rp200 Jutaan

...

Read moreDetails
Aprilia RSV4 2026 Dibekali Mesin 1.099 cc dan Model Terbatas Hanya 12 Unit

Aprilia RSV4 2026 Dibekali Mesin 1.099 cc dan Model Terbatas Hanya 12 Unit

BYD M6, Mobil Listrik dengan Dua Pilihan Baterai Harganya Mulai Rp379 Juta

BYD M6, Mobil Listrik dengan Dua Pilihan Baterai Harganya Mulai Rp379 Juta

Kenalan dengan Warna Baru Vespa LX 125 i-get dan Vespa S 125 i-get

Kenalan dengan Warna Baru Vespa LX 125 i-get dan Vespa S 125 i-get

Honda HR-V 2026, SUV Kompak 5 Penumpang dengan Desain Coupe

Honda HR-V 2026, SUV Kompak 5 Penumpang dengan Desain Coupe

Segini Konsumsi BBM Toyota Raize, Spesifikasi dan Harganya

Segini Konsumsi BBM Toyota Raize, Spesifikasi dan Harganya

Next Post
Tekan Beban TPA, ASN di Pekanbaru Diwajibkan Pilah Sampah

Tekan Beban TPA, ASN di Pekanbaru Diwajibkan Pilah Sampah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.