BERTUAHPOS — Plt Gubernur Riau SF Hariyanto berjanji akan melunasi seluruh utang tunda salur ke 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Dana yang seharusnya menjadi hak pemerintah kabupaten/kota itu, kata dia, terpaksa ditangguhkan pembayarannya pada tahun 2025 karena kondisi fiskal Pemprov Riau yang tidak memungkinkan.
Hal ini disampaikan SF Hariyanto saat melakukan Safari Ramadan di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, salah satu janji yang disampaikan SF Hariyanto yakni melunasi utang tunda salur untuk Kabupaten Siak sebesar Rp72 miliar.
“Saya benar-benar minta maaf kepada masyarakat Siak dan Pemkab Siak. Kami (Pemprov Riau) sampai hari ini masih belum bisa menjalankan janji-janji kami untuk masyarakat. Janji saya banyak. Salah satunya melunasi utang tunda salur Rp72 miliar untuk Siak. Insya Allah akan saya lunasi di tahun ini,” ujarnya.
SF Hariyanto menyadari, di satu sisi para kepala daerah di Riau memiliki semangat besar untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin di daerah masing-masing. Namun, di sisi lain, kondisi fiskal yang tidak mendukung menjadi kendala utama sehingga banyak kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat belum dapat terlaksana.
“Misalnya di Siak,” kata SF Hariyanto. “Pemkabnya punya semangat yang luar biasa, terutama untuk pegawai dan masyarakatnya. Bu Afni itu beberapa kali memohon ke Provinsi agar utang itu bisa diangsur agar pegawainya tetap gajian. Sebisa mungkin kita bantu,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, SF Hariyanto juga membeberkan bahwa utang tunda salur pemerintah pusat ke Provinsi Riau mencapai lebih dari Rp4,2 triliun. Sementara itu, utang tunda salur Pemprov Riau kepada kabupaten/kota mencapai Rp800 miliar.
Kendati demikian, ia mendorong seluruh bupati dan wali kota untuk tidak khawatir. “Dengan kondisi kita yang seperti ini, kita juga tidak perlu mengeluh. Masih banyak potensi-potensi yang bisa kita gali. Insya Allah, tahun depan kondisinya sudah membaik,” katanya.***









