BERTUAHPOS — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 5,08% secara tahunan (year on year/y-on-y) pada September 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,17.
Inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan mencapai 6,43% (IHK 111,07), sedangkan terendah di Kota Pekanbaru sebesar 4,63% dengan IHK 110,40.
Kenaikan inflasi tahunan ini dipicu oleh peningkatan harga pada delapan kelompok pengeluaran utama.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 11,02%, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 10,79%, serta kelompok pendidikan sebesar 4,59%.
Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,97%, kesehatan 2,33%, pakaian dan alas kaki 1,96%, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,90%, serta transportasi naik 0,76%.
Di sisi lain, tiga kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga (deflasi), yakni perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,70%, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,41%, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,19%.
Secara month to month (m-to-m), Riau mencatat inflasi 1,11%, sedangkan secara year to date (y-to-d) tercatat 3,92% hingga akhir September 2025.
Kondisi ini menunjukkan tekanan harga masih tinggi di beberapa sektor konsumsi utama masyarakat, terutama pada kebutuhan rumah tangga dan pendidikan.***









