BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 12 September 2025. Tekanan harga dipicu oleh kekhawatiran meningkatnya stok minyak sawit di Malaysia.
Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan pelemahan harga minyak kedelai dan minyak mentah global ikut menekan sentimen pasar.
“Kami melihat support di RM4.400 dan resistance di RM4.450 per ton,” ujarnya dilansir dari Bernama, Sabtu, 13 September 2025.
Sementara data Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan stok CPO naik 5,45 persen menjadi 1,08 juta ton pada Agustus, dibandingkan 1,02 juta ton pada Juli. Stok minyak sawit olahan juga naik tiga persen menjadi 1,12 juta ton dari sebelumnya 1,09 juta ton.
Total persediaan minyak sawit Malaysia pada Agustus tercatat 2,20 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan Juli yang sebesar 2,11 juta ton.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot September 2025 tetap di RM4.383 per ton. Kontrak Oktober turun RM7 menjadi RM4.408 per ton, sementara kontrak November melemah RM9 menjadi RM4.445 per ton.
Untuk kontrak jangka panjang, harga Desember 2025 turun RM11 menjadi RM4.470 per ton, Januari 2026 turun RM12 menjadi RM4.482 per ton, dan Februari 2026 turun RM13 menjadi RM4.471 per ton.
Volume transaksi naik menjadi 78.526 lot dari 64.358 lot pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, open interest bertambah menjadi 263.070 kontrak dari 256.725 kontrak.
Harga CPO fisik untuk September Selatan juga terkoreksi RM30 menjadi RM4.420 per ton.***









