BERTUAHPOS – Pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono yang menyebut ada aktor asing di balik maraknya aksi demonstrasi di Indonesia menuai bantahan dari masyarakat. Mereka menegaskan bahwa gejolak yang terjadi di sejumlah daerah murni akibat keresahan rakyat terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi dalam negeri.
Sejumlah warga menilai tudingan adanya campur tangan asing justru mengalihkan persoalan utama yang selama ini menjadi pemicu aksi turun ke jalan. “Kalau dibilang ada aktor asing, itu terlalu jauh. Kami turun karena kecewa dengan sikap wakil rakyat yang tidak berani menemui massa,” ujar Fadli, Mahasiswa UNRI kepada Bertuahpos, Selasa, 2 September 2025.
Menurut masyarakat, kericuhan yang terjadi di beberapa kota besar bukan dirancang oleh pihak luar, melainkan berawal dari ketidakmampuan pejabat terkait dalam merespons aspirasi rakyat. Massa menunggu kehadiran perwakilan DPR maupun pejabat pemerintah, namun sering kali yang muncul justru barikade aparat keamanan.
Hal inilah yang memicu suasana menjadi panas di lapangan. “Kalau saja sejak awal anggota dewan berani duduk bersama rakyat, tidak akan ada keributan. Jadi jangan salahkan rakyat, apalagi membawa-bawa isu asing,” tambah Yuliana pegawai swasta dipekanbaru.
Masyarakat juga menegaskan bahwa tuntutan mereka sangat jelas dan rasional, kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan dan tidak pro rakyat. “Isu-isu yang kami bawa nyata adanya, bukan bisikan dari pihak luar. Kami hanya ingin didengar,” kata Bima pengemudi ojek online.
Beberapa tokoh masyarakat menilai tudingan keterlibatan asing hanya menambah jarak antara rakyat dengan pemerintah. Mereka mengingatkan agar elite tidak lagi mencari kambing hitam atas gejolak yang sebenarnya berakar dari dalam negeri. “Rakyat sudah cukup sulit, jangan ditambah dengan tuduhan yang tak jelas,” tambah Fadli.
Fakta di lapangan, menurut masyarakat, menunjukkan bahwa aksi-aksi yang terjadi berlangsung spontan dan meluas di berbagai daerah karena kesamaan keresahan. Koordinasi antarwarga terjadi secara alami tanpa adanya arahan dari pihak asing sebagaimana dituduhkan.
Masyarakat berharap pemerintah dan wakil rakyat lebih terbuka terhadap suara rakyat dan berani menghadapi aspirasi di jalanan dengan cara yang dewasa. “Kalau komunikasi dibuka, rakyat didengar, tidak perlu ada kerusuhan. Semua bisa diselesaikan dengan dialog,” tutup Fadli.***









