BERTUAHPOS — Penjualan motor bekas di Pekanbaru terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi pribadi yang lebih terjangkau dibanding membeli motor baru. Pasar motor bekas banyak diminati, terutama oleh kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang membutuhkan kendaraan cepat dan ekonomis.
Salah satu penjual motor bekas di Pekanbaru, Akif Ramadhan, yang berlokasi di Jalan Hangtuah Ujung, mengatakan bahwa tren pembelian motor bekas tidak pernah sepi. Ia menyebut, banyak orang lebih memilih motor bekas karena harganya bisa setengah lebih murah dari motor baru, namun tetap bisa digunakan dengan baik bila dirawat.
Menurut Akif, pembeli motor bekas sering kali salah fokus ketika memilih kendaraan. Banyak yang lebih mengutamakan tampilan fisik atau body motor yang mulus, padahal kondisi mesin jauh lebih penting. “Banyak orang tertarik lihat motor mulus, tapi lupa cek kondisi mesin. Padahal mesin itulah yang menentukan nyaman tidaknya motor dipakai,” ujar Akif kepada Bertuahpos, Kamis, 28 Agustus 2028.
Ia menekankan agar calon pembeli tidak mudah tergiur dengan harga murah dan body motor yang masih terlihat mengkilap. Menurutnya, tampilan luar motor bisa saja dipoles agar terlihat menarik, namun kondisi mesin tidak bisa ditutupi begitu saja. “Kalau mesin sudah bermasalah, perbaikannya bisa mahal, dan malah bikin rugi pembeli,” tambahnya.
Untuk itu, Akif memberikan tips sederhana sebelum membeli motor bekas. Pertama, pastikan mesin motor tidak mengeluarkan suara kasar saat dihidupkan. Kedua, coba rasakan tarikan gas, apakah responsif atau tersendat-sendat. Hal ini bisa menjadi tanda apakah motor masih dalam kondisi sehat atau butuh perbaikan.
Selain itu, pembeli juga disarankan untuk mengecek nomor rangka dan mesin, apakah sesuai dengan dokumen resmi seperti BPKB dan STNK. Hal ini penting agar tidak ada masalah hukum di kemudian hari. “Kadang ada motor yang surat-suratnya tidak cocok, ini bisa berisiko buat pembeli,” ujar Akif.
Tak kalah penting, calon pembeli juga harus melakukan test ride atau mencoba motor secara langsung sebelum memutuskan membeli. Dengan begitu, mereka bisa merasakan langsung kenyamanan motor, mulai dari perpindahan gigi, rem, hingga suspensi.
Akif menambahkan, memilih motor bekas bukan hanya soal harga murah, tetapi juga bagaimana pembeli bisa mendapatkan kendaraan yang awet dan layak pakai. Ia menyarankan agar pembeli membawa teman atau montir yang berpengalaman ketika hendak membeli motor, agar bisa mendapatkan penilaian objektif.
“Intinya jangan terburu-buru. Lebih baik meluangkan waktu untuk mengecek motor dengan teliti, daripada menyesal kemudian karena motor sering rusak,” tutup Akif. Dengan tips sederhana ini, pembeli di Pekanbaru diharapkan bisa lebih bijak dalam memilih motor bekas agar tetap aman, nyaman, dan hemat biaya.***



