• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Industri Rokok Terancam Bangkut Akibat Cukai dan Rokok Ilegal

Sejumlah pabrik rokok terancam bangkrut dan melakukan PHK massal akibat tingginya tarif cukai hasil tembakau, serta maraknya rokok ilegal. Produsen mendesak pemerintah beri moratorium kenaikan cukai.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
25 Agustus 2025
Industri Rokok Terancam Bangkut Akibat Cukai dan Rokok Ilegal

Puntung rokok di dalam asbak | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

177
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Sejumlah pabrik rokok di Indonesia terancam bangkrut hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat maraknya peredaran rokok ilegal dan tingginya tarif cukai hasil tembakau (CHT).

Menurut Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Benny Wachjudi, produksi rokok terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengatakan, “Kenaikan tarif cukai yang tinggi menekan pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT).”

| Simak tulisan menarik lainnya tentang PHK |

Data industri menunjukkan, produksi rokok pada semester I/2025 hanya mencapai 142,6 miliar batang atau turun 2,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini menjadi yang terendah dalam delapan tahun terakhir, kecuali pada 2023.

Kondisi semakin memburuk pada Juni 2025, ketika produksi hanya mencapai 24,8 miliar batang. Jumlah itu turun 5,7% dibanding Mei 2025 dan anjlok 3,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi penerimaan CHT hingga Mei 2025 baru mencapai Rp87 triliun atau 37,8% dari target Rp230,9 triliun. Benny menilai target penerimaan tahun ini sulit tercapai, melanjutkan tren yang sama pada 2023 dan 2024.

Dia menyebut, pembelian pita cukai juga melemah sejak Januari 2023. Sepanjang 2023 turun 14,6% secara tahunan, lalu kembali terkoreksi 13,8% pada 2024. Tren penurunan ini berpotensi terus berlanjut pada 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan tembakau mengalami kontraksi terdalam sebesar -3,77% pada kuartal I/2025, berbanding terbalik dengan pertumbuhan 7,63% pada periode yang sama tahun lalu.

Selain kenaikan cukai, produsen juga menyoroti maraknya rokok ilegal yang memperburuk kinerja industri. Semakin tinggi tarif cukai, semakin tinggi pula peredaran rokok ilegal.

“Persaingan jadi tidak sehat, dan produsen resmi sulit bertahan,” kata Benny, dikutip dari Binsis.com, Senin, 25 Agustus 2025.

Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Jawa Timur, Sulami Bahar, menilai dampak terberat dirasakan pabrik kecil dan menengah. Menurutnya, banyak pabrik di Jawa Timur terpaksa mengurangi tenaga kerja bahkan menutup usaha karena tidak mampu menanggung biaya produksi.

Sulami mengusulkan pemerintah memberlakukan moratorium atau penundaan kenaikan tarif cukai selama tiga tahun.

Menurutnya, langkah ini memberi ruang bagi industri dan pemerintah menyusun peta jalan yang lebih seimbang antara kebutuhan fiskal negara dan kelangsungan jutaan tenaga kerja di sektor IHT.***

Tags: bisniscukai rokoknasionalRokok ilegal
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Harga CPO Turun Ditekan Kedelai Chicago

Harga CPO Turun Ditekan Kedelai Chicago

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.