BERTUAHPOS – Turunnya permintaan global dan meningkatnya jumlah produksi musiman diperkirakan menjadi penyebab harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives mengalami penurunan pada pekan ini.
Sentimen pasar saat ini tertekan oleh ekspektasi pasokan yang melimpah, kata Analis pasar CPO, David Ng. “Kami memperkirakan harga CPO akan diperdagangkan di kisaran RM4.150 hingga RM4.320 per ton,” ujarnya.
Harga CPO akan bergerak lebih rendah, antara RM3.900 hingga RM4.000 per ton. Namun, level harga ini menjadi menarik bagi pembeli fisik dari China, India, Pakistan, Timur Tengah, dan negara-negara Uni Eropa, kata pedagang senior Interband Group of Companies, Jim Teh.
Sementara itu, harga CPO global juga terus mengikuti tren penurunan harga minyak mentah dunia, yang kini berada di kisaran US$66–US$67 per barel. David Ng menyebut minyak sawit tetap menjadi komoditas yang kuat dan konsisten di pasar global sejak 2007.
Dari sisi kebijakan perdagangan, Pemerintah Malaysia terus mendorong penerapan tarif nol untuk komoditas ekspor seperti kakao, karet, dan minyak sawit ke Amerika Serikat.
Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, menyatakan bahwa bila AS tidak mampu memproduksi produk tersebut secara domestik, maka tarif 19% kemungkinan besar akan dihapus.
Dilansir dari Bernama, berdasarkan data perdagangan, harga kontrak CPO mengalami penurunan di sebagian besar bulan:
- Agustus: turun RM28 menjadi RM4.193/ton
- September: turun RM32 menjadi RM4.226/ton
- Oktober: turun RM28 menjadi RM4.245/ton
- November: turun RM20 menjadi RM4.263/ton
- Desember: turun RM11 menjadi RM4.279/ton
- Januari 2026: naik tipis RM1 menjadi RM4.291/ton
Volume perdagangan juga melemah dari 385.858 lot pekan lalu menjadi 293.302 lot pekan ini. Minat terbuka ikut turun dari 229.303 kontrak menjadi 224.913 kontrak. Sementara itu, harga CPO fisik untuk pengiriman ke Pelabuhan Selatan tetap stabil di RM4.230 per ton.***









