BERTUAHPOS – Menkopolkam Budi Gunawan mengungkapkan, sebanyak 50 wilayah di Provinsi Riau tergolong sangat rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dia juga menyebut ada dugaan kuat bahwa sekitar 213 sektor hutan sengaja dibakar untuk kepentingan pembukaan lahan. Seluruh kasus tersebut kini tengah diselidiki aparat penegak hukum.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah telah melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menciptakan hujan buatan. Namun, Menkopolhukam menilai upaya ini perlu ditingkatkan.
“Pemerintah sedang menyiapkan tambahan satu hingga dua pesawat TMC, serta mengerahkan 800 personel dan tiga hingga lima unit pesawat water bombing untuk memperkuat pemadaman dari udara,” ujarnya di Pekanbaru, Rabu, 23 Juli 2025.
Selain itu, Budi juga meminta Menteri Kehutanan agar segera menyusun dan melaporkan peta jalan pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan. Dia menekankan pentingnya penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini agar kebakaran bisa dicegah sejak awal.
Pemerintah pusat, kata Budi, juga akan memperkuat kerja sama regional untuk penanganan bencana lintas negara, khususnya dengan Malaysia dan Singapura melalui kerangka kerja sama ASEAN. Hal ini menyusul kekhawatiran dua negara tetangga yang terdampak kabut asap akibat Karhutla di Indonesia.
“Presiden Prabowo memiliki political will yang kuat untuk menyelesaikan masalah Karhutla secara sistematis dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi menyangkut kehormatan bangsa. Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia mampu menuntaskan bencana ekologis ini secara cepat, tegas, dan bermartabat,” ungkapnya.***









