BERTUAHPOS — Harga emas global mengalami penguatan tipis pada Rabu, 28 Mei 2025, di tengah aksi beli investor setelah pelemahan sebelumnya. Namun, penguatan tersebut masih terbatas akibat meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), serta ekspektasi pasar terhadap rilis data inflasi AS dalam waktu dekat.
Harga emas spot tercatat naik 0,21% menjadi USD3.307,73 per ons pada pukul 14.05 WIB, setelah sempat merosot lebih dari 1% pada sesi perdagangan sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat juga ikut menguat sebesar 0,15% ke posisi USD3.333,40 per ons, menurut laporan Reuters dan Bloomberg dari Bengaluru.
Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif impor sebesar 50% terhadap barang-barang dari Uni Eropa hingga 9 Juli 2025. Penundaan ini dimaksudkan untuk memberi ruang bagi negosiasi lebih lanjut antara Gedung Putih dan blok ekonomi beranggotakan 27 negara tersebut.
“Penurunan harga emas di bawah USD3.300 telah menarik minat beli dari sebagian pelaku pasar. Namun, sentimen pasar secara umum masih cenderung positif karena meredanya ketegangan dagang, yang membatasi potensi kenaikan harga lebih lanjut,” ujar Tim Waterer, Kepala Analis KCM Trade.
Ia menambahkan, jika level support di kisaran USD3.250–3.280 mampu bertahan, harga emas berpeluang menguji kembali level resistance di sekitar USD3.400, terutama jika selera risiko investor melemah.
Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) inti AS untuk periode April, yang akan dirilis pada Jumat mendatang. Data ini dipantau ketat karena menjadi acuan utama Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah suku bunga.
Sementara itu, kepercayaan konsumen AS tercatat meningkat pada Mei 2025, mengakhiri tren penurunan selama lima bulan berturut-turut, sebagian karena adanya kesepakatan dagang sementara dengan China.
The Fed sendiri masih mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25%–4,50% sejak Desember 2024. Bank sentral masih menunggu data ekonomi lanjutan sebelum memutuskan penyesuaian suku bunga berikutnya.
Adapun logam mulia lainnya, perak spot turun 0,3% menjadi USD33,21 per ons, platinum stagnan di USD1.079,88 per ons, dan paladium melemah 0,3% menjadi USD975,79 per ons.***









