BERTUAHPOS – Final Liga Europa 2024/2025 akan menjadi pertaruhan besar bagi Tottenham Hotspur VS Manchester United (MU) — dua klub Premier League yang sama-sama sedang dilanda dahaga gelar.
Adapun laga yang digelar di Stadion San Mames, Bilbao ini, bukan sekedar penentu juara, tetapi juga kesempatan langka untuk menyudahi penantian panjang akan trofi bergengsi.
Tottenham Hotspur terakhir kali mengangkat trofi pada 2008, ketika mereka memenangkan Piala Liga Inggris. Sejak saat itu, The Lilywhites kerap kali hanya menjadi penantang, namun selalu gagal di momen-momen krusial. Final Liga Champions 2019 menjadi contoh nyata betapa dekatnya mereka dengan kejayaan, namun trofi tetap tak tergapai.
Manchester United, meski memiliki sejarah lebih mentereng, juga tengah melalui masa transisi yang sulit. Trofi terakhir yang mereka raih adalah Carabao Cup musim 2022/2023. Namun di pentas Eropa, puasa gelar mereka dimulai sejak menjuarai Liga Europa pada 2017 di bawah Jose Mourinho. Sejak itu, prestasi mereka terus naik-turun.
Kedua tim tidak tampil cukup baik di Premier League musim ini. Kegagalan finis di posisi empat besar membuat final Liga Europa menjadi satu-satunya jalur tersisa untuk kembali ke Liga Champions. Ini menambah tensi laga menjadi lebih tinggi, karena hanya sang juara yang akan mendapat tiket otomatis ke kompetisi elit Eropa tersebut.
Tottenham datang ke final dengan tekad kuat di bawah manajer mereka yang membawa semangat baru. Meski sempat terseok di awal musim, mereka tampil konsisten di Liga Europa dan menunjukkan ketangguhan dalam fase gugur.
Sebaliknya, Manchester United mengandalkan pengalaman dan mental juara yang masih tersisa dari era kejayaan mereka. Ruben Amorin harus bisa memanfaatkan skuadnya yang dipadukan dengan pemain berpengalaman untuk mengangkat moral tim yang tampil kurang meyakinkan di liga.
Sejarah pertemuan kedua tim juga menambah bumbu laga ini. Tottenham dan Manchester United sering kali menyajikan pertandingan dramatis di Premier League. Namun kali ini, taruhannya jauh lebih besar. Pemenangnya bukan hanya akan membawa pulang trofi, tapi juga mengubah arah sejarah klub.
Mentalitas menjadi faktor penting di laga sekelas final. Manchester United memiliki tradisi besar di Eropa, namun Tottenham sedang haus akan pengakuan. Mereka akan bertarung mati-matian demi mengangkat trofi Eropa pertama mereka sejak 1984, ketika menjuarai UEFA Cup.
Kini, tinggal satu pertandingan lagi yang memisahkan salah satu dari mereka dengan gelar yang telah lama dinanti. Apakah Tottenham akan menyudahi puasa gelar yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade? Ataukah Manchester United yang kembali menunjukkan bahwa mereka masih layak disebut raksasa Eropa? Jawabannya akan terungkap di Bilbao, 21 Mei mendatang.***
— Habibie









