• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Selain di Banten, Pagar Laut Juga Ditemukan di Perairan Bekasi, Ini Respon KKP

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 Januari 2025
Selain di Banten, Pagar Laut Juga Ditemukan di Perairan Bekasi, Ini Respon KKP
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Keberadaan pagar laut berbahan bambu yang sebelumnya menghebohkan warga di Banten, kini juga ditemukan di perairan Bekasi, Jawa Barat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjanji segera merespons dengan rencana peninjauan langsung untuk memastikan legalitas dan dampaknya terhadap lingkungan.

“Pasti akan dilakukan peninjauan lapangan,” ujar Direktur Jenderal PSDKP KKP Pung Nugroho Saksono di Jakarta, 14 Januari 2024.

Menurutnya, pemanfaatan ruang laut—termasuk pembuatan pagar laut—wajib memiliki Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Meski demikian, Pung belum memberikan informasi lebih rinci terkait keberadaan pagar laut di perairan Bekasi.

Namun, dirinya menegaskan bahwa jika konstruksi tersebut tidak memiliki PKKPRL, KKP tidak akan ragu untuk mengambil tindakan berupa penyegelan.

Seperti diberitakan Bertuahpos sebelumnya, DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengkritik proyek pemagaran laut di wilayah utara Banten yang dianggap berdampak negatif pada hasil tangkapan nelayan.

Wakil Ketua Umum DPP HNSI, Slamet Agus Priyono, menyebut proyek sepanjang 30 kilometer itu telah menyulitkan aktivitas nelayan di lebih dari 15 desa. “Kami menerima laporan dari sejumlah rukun nelayan bahwa proyek ini mengganggu produktivitas penangkapan ikan. Kami mengecam keras hal ini,” tegas Slamet.

HNSI mendesak pemerintah untuk meninjau ulang proyek tersebut dan memastikan keberpihakan kepada nelayan. Slamet juga menegaskan bahwa laut adalah milik publik, sehingga tidak boleh dikuasai oleh segelintir pihak yang merugikan masyarakat. Saat ini, HNSI tengah mempersiapkan materi advokasi, termasuk bukti video dan laporan tertulis, untuk diserahkan kepada pihak berwenang.

Sebelumnya, publik dihebohkan oleh laporan adanya pagar laut berbahan bambu di pesisir utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ribuan batang bambu terlihat tertata rapi, membentuk dua baris yang menopang gundukan tanah di atasnya. Struktur ini menyerupai tanggul dengan aliran air di tengahnya yang terlihat seperti sungai kecil.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai tujuan atau legalitas pagar laut tersebut. Peninjauan yang direncanakan oleh KKP diharapkan dapat mengungkap fakta di balik keberadaan pagar laut ini dan memastikan apakah pembangunannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.***

Tags: kelautannasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Pekanbaru Tetapkan Status Darurat Sampah!

Pekanbaru Tetapkan Status Darurat Sampah!

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.