BERTUAHPOS.COM – Sudah empat hari operasional Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) terhenti akibat terkendala anggaran untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM).
Situasi ini kembali mengulang masalah yang pernah terjadi pada akhir tahun 2024, ketika bus TMP berhenti beroperasi karena tunggakan BBM mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala UPT Trans Metro Pekanbaru, Sarwono, membenarkan bahwa layanan angkutan umum massal ini masih belum berjalan hingga Senin 6 Januari 2025.
“Hari ini belum jalan. Semoga besok sudah ada perintah jalan,” ujar Sarwono.
Sarwono juga membantah bahwa penghentian operasional kali ini disebabkan oleh tunggakan kepada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurutnya, masalah utama adalah belum tersedianya anggaran untuk membeli BBM.
“Gak ada tunggakan sama SPBU,” tegasnya.
Saat ini, sebanyak 40 bus TMP yang melayani sejumlah koridor di Pekanbaru tidak beroperasi sejak Jumat 3 Januari 2024.
Sarwono meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini dan menyatakan pihaknya sedang berupaya agar layanan segera pulih.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Roni Rakhmat, mengaku telah menerima laporan terkait penghentian operasional TMP. Ia langsung memanggil Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru untuk membahas solusi atas permasalahan tersebut.
“Kami sudah memanggil kadis, maka harus ada upaya atau solusi dalam menanggulangi permasalahan ini,” terang Roni.
Menurut Roni, permasalahan utama terletak pada ketersediaan biaya untuk BBM yang belum bisa dicairkan. Ia menuturkan bahwa pengelola TMP meminta waktu seminggu untuk menyelesaikan masalah ini.
“Mereka meminta waktu seminggu untuk menyelesaikan permasalahan ini, agar BBM tersedia untuk operasional bus TMP,” jelasnya.
Roni juga mengingatkan agar dinas teknis membantu mempercepat proses penyelesaian masalah, mengingat TMP merupakan angkutan umum andalan masyarakat Pekanbaru.
Penghentian operasional TMP ini berdampak signifikan bagi warga Pekanbaru yang mengandalkan layanan bus tersebut sebagai moda transportasi utama. Dengan puluhan bus tidak beroperasi, banyak warga terpaksa mencari alternatif transportasi yang lebih mahal dan kurang nyaman.









