• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Axial Seamount, Gunung Api Bawah Laut Paling Aktif di Dunia Diprediksi Meletus Sebelum Akhir Tahun 2025

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Januari 2025
Axial Seamount, Gunung Api Bawah Laut Paling Aktif di Dunia Diprediksi Meletus Sebelum Tahun 2025

Axial Seamount, Gunung Api Bawah Laut Paling Aktif di Dunia Diprediksi Meletus Sebelum Tahun 2025 (Foto: Ilustrasi)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Axial Seamount, Gunung api bawah laut diperkirakan akan meletus sebelum akhir tahun 2025 ini. Gunung ini salah satu gunung api bawah laut paling aktif di dunia.

Axial Seamount berada di kedalaman Samudra Pasifik. Jaraknya sekitar 470 kilometer dari Pantai Oregon, Amerika Serikat. “Gunung ini sedang membengkak. Akumulasi magma di dalamnya terlalu kuat,” menurut para ilmuwan dalam pertemuan tahunan American Geophysical Union 2024, seperti dikutip dari ZME Science.

Pemantauan terhadap gunung api bawah laut Axial Seamount sudah dilakukan sejak satu dekade belakangan. Pemantauan dilakukan terhadap ritme pergerakan vulkaniknya yang selalu konsisten. Dari pola yang terjadi saat ini, diasumsikan bahwa Axial Seamount siap meletus. Bahkan bisa mencapai ambang inflasi seperti di tahun 2015 lalu. Gunung ini diperkirakan akan meletus di tahun ini, 2025.

Keunikan Axial Seamount terletak pada keteraturan letusannya. Sejak 1998, gunung ini telah meletus tiga kali, yaitu pada 1998, 2011, dan 2015. Setiap letusan diawali dengan dasar laut yang mengembang akibat magma yang terkumpul, diikuti peningkatan aktivitas seismik, sebelum akhirnya terjadi erupsi. Pola ini memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mempelajari dan memprediksi aktivitas vulkanik dengan lebih akurat.

Selama lebih dari satu dekade, jaringan sensor di sekitar Axial telah mendokumentasikan aktivitas gunung ini secara rinci. Pada akhir 2023, data menunjukkan tingkat inflasi Axial berlipat ganda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada pertengahan 2024, aktivitas seismiknya melonjak hingga mencatat lebih dari 500 gempa bumi per hari. Kondisi ini menunjukkan tekanan di dalam gunung semakin meningkat, yang berarti letusan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Axial Seamount merupakan gunung berapi bawah laut yang paling terinstrumentasi di dunia. Jaringan monitoring yang meliputi sensor tekanan dasar laut, kendaraan bawah air otonom (AUV), dan kendaraan kendali jarak jauh (ROV) memberikan data yang sangat rinci. Dalam penelitian terbaru, teknik seismik mutakhir, yaitu full waveform inversion (FWI), berhasil menghasilkan gambaran resolusi tinggi tentang struktur bawah permukaan Axial.

Data ini mengungkap keberadaan reservoir magma utama di bawah puncak Axial dengan fraksi lelehan mencapai 37%, mendekati ambang batas mobilisasi magma. Di sebelah barat reservoir utama terdapat reservoir lebih kecil yang terhubung melalui saluran tipis. Struktur asimetris ini menjelaskan mengapa erupsi terakhir Axial terjadi di sisi timur kaldera.

Letusan gunung bawah laut seperti Axial tidak selalu berbahaya bagi manusia, tetapi dapat memicu tsunami dan mengguncang ekosistem laut. Sebagai perbandingan, letusan gunung bawah laut Hunga Tonga pada 2022 menimbulkan kerugian hingga $90 juta. Para peneliti berharap letusan Axial berikutnya bisa diamati langsung untuk mempelajari dampaknya terhadap sistem hidrotermal dan ekosistem laut.

Selain itu, letusan ini juga membuka peluang untuk menyempurnakan teknik prediksi. Dengan bantuan kecerdasan buatan, para ilmuwan kini dapat menganalisis pola gempa pendahuluan, yang mungkin memungkinkan prediksi erupsi hingga hitungan jam sebelum terjadi. Jika berhasil, pendekatan ini bisa merevolusi cara pemantauan gunung berapi di seluruh dunia.

Axial Seamount terletak di pertemuan Juan de Fuca Ridge dan Cobb Hotspot, area dengan pasokan magma yang melimpah. Penelitian menunjukkan bagaimana magma di daerah ini terakumulasi, terkumpul, dan akhirnya keluar, berkontribusi pada pembentukan kerak samudra. Erupsi sebelumnya pada 2015 menghasilkan 156 juta meter kubik lava, menciptakan formasi dasar laut baru sepanjang 19 kilometer.

Meski begitu, prediksi tetap disertai dengan peringatan. “Selalu ada risiko gunung berapi akan mengikuti pola yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” kata Michael Poland dari US Geological Survey. Tantangan utamanya adalah menerjemahkan pola yang terlihat di Axial menjadi prinsip universal yang dapat diterapkan pada gunung berapi lain di dunia.***

Tags: fenomena
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

ilustrasi: Pixabay
Berita Pilihan

BMKG: Waspada Gelombang Laut Setinggi 6 Meter Akibat Siklon Tropis Taliah

...

Read moreDetails
Kerbau di kuansing mati

Kasus PMK di Riau Meningkat Tajam hingga Akhir Januari 2025

Desa Kuala Selat di Inhil Dihantam Gelombang Pasang, Rumah Warga & Fasilitas Umum Rusak, Ribuan Hektare Kebun Warga Terancam Abrasi

Desa Kuala Selat di Inhil Dihantam Gelombang Pasang, Rumah Warga & Fasilitas Umum Rusak, Ribuan Hektare Kebun Warga Terancam Abrasi

Atas Inisiatif Keluarga, Para Korban Erupsi Gunung Marapi Diabadikan dalam Monumen

Atas Inisiatif Keluarga, Para Korban Erupsi Gunung Marapi Diabadikan dalam Monumen

Arus Lalu Lintas Riau - Sumbar Tersendat Akibat Longsor, Kendaraan Diarahkan ke Jalur Baru

Arus Lalu Lintas Riau – Sumbar Tersendat Akibat Longsor, Kendaraan Diarahkan ke Jalur Baru

Sejumlah Daerah di Kampar, Rohul dan Kuansing Mulai Dilanda Banjir, Rata-rata Ketinggian Air hingga 80 cm

Next Post
Harga emas Antam di Pegadaian

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian Kalahkan UBS dan Galeri 24, Mana yang Cocok untuk Investasi?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.