• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sidang Kompol Suparno, Saksi mengaku Beli 30 Hektar untuk Bangun Pesantren

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 Maret 2015
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, SIAK – Salah seorang saksi, Ali Rahman Munte mengaku tidak tahu menahu kalau lahan seluas 30 hektar yang dibelinya merupakan kawasan Hutan Tanam Industri. 
 
Ia mengaku tertarik membeli lahan di Desa Buantan Besar untuk dijadikan Pondok Pesantren dan bisa membuat sarang walet. Ia juga berminat karena ditawarkan kepala Desa Buantan Besar, Rahim dan Kompol Suparno.
 
Hal ini terungkap saat sidang kasus perambahan hutan dengan terdakwa Suparno, Senin (2/3/2015) di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negri Siak. Fakta persidangan, Ali menceritakan, sebelumnya tidak kenal dengan Suparno dan Kepala Desa Buantan Besar.
 
Namun tahun 2011 lalu, Kades Buantan Besar bersama Suparno datang ke rumahnya untuk menawarkan kepadanya untuk membeli tanah. Lahan yang ditawarkan itu dipastikan kepadanya tidak akan bermasalah dengan menunjukkan peta lahan yang boleh dikelola.
 
“Saya ini mantan orang bejat dulunya. Karena ingin dibuat pesantren itulah yang membuat saya. mana tau karena pesantren itu saya berubah,” ujar pria yang memiliki 42 armada truk tangki CPO itu.
 
Dalam keterangannya, Ali juga tertarik membeli lahan itu karena hanya berjarak 1 km dari kota Siak dan sudah dibebaskan pemda setempat lahannya. “Sebelumnya belum ada hasrat membeli lahan, saya hanya coba-coba disitu,” katanya.
 
Dari keterangan Ali,  menurut ketua Sidang Sorta Ria Neva, timbul keanehan. Pasalnya, Ali yang seorang pebisnis kenapa dengan begitu cepat percaya kepada Kades dan Suparno mau membeli lahan dengan harga jauh lebih murah.
 
Anehnya lagi, tanpa melakukan survei kelapangan terlebih dahulu, dalam waktu seminggu, Ali langsung melunasi lahan 30 hektar dengan harga Rp 75 juta.
 
Ali beralasan, cuma modal percaya saja sama Kompol Suparno karena sudah dianggapnya seperti adik kakak. Sehingga seminggu kemudian, diantarkan surat desa menerangkan SKGR dari desa, kemudian Ali menyetujui untuk membelinya.
 
“Langsung saya bayar cash karena sudah keluar suratnya,” ungkapnya.
 
Keanehan lainnya, sejak Ali membeli lahan itu hingga sekarang ia pun belum pernah turun ke lapangan untuk mengecek lahan yang dibelinya dengan mengatas namakan anaknya itu.
 
“Setelah dibeli tanah itu, tanah dibiarkan saja selama dua tahun. Dua tahun setelah jual beli baru dikelola lahan itu. Karena kalau gak dibersihkan, selama 3 tahun, tanah itu ditarik lagi oleh pemda,” paparnya.
 
“Sampai saat ini belum tahu kalau lahan itU sudah dikerjakan, karena saya belum dikasi laporan Sama Suparno,” tambahnya lagi.
 
Sidang, ini kemudian dilanjutkan rabu pekan depan dengan menghadirkan saksi ahli BPN Siak dan Ketuhan Siak. (syawal)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Kadisdik Inhil Bantah ada Politisasi di SMAN 1 Tembilahan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.