• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

WALHI Riau Bikin Kenduri Penetapan Tanah Terlantar HGU PT TUM

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Februari 2023
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Masyarakat Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan melangsungkan kenduri syukur atas kebijakan penetapan HGU PT Trisetia Usaha Mandiri (TUM) sebagai tanah terlantar. 

Pembatalan HGU didasarkan pada Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1/PTT-HGU/KEM-ATR/BPN/I/2023, pada 24 Januari 2023. Kebijakan penetapan tanah terlantar ini sekaligus menegaskan sikap Kementerian ATR/BPN yang mengaminkan tuntutan warga untuk mencabut hak atas tanah PT TUM di Pulau Mendol. 

Kenduri yang berlangsung pada Minggu, 19 Februari 2023 di lapangan Desa Teluk diinisiasi oleh Forum Masyarakat Penyelamat Pulau Mendol (FM-PPM).

Even Sembiring, Direktur Eksekutif WALHI Riau yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan dalam acara ini mengucap terima kasih kepada masyarakat Pulau Mendol. Ucapan terima kasih yang menandakan WALHI Riau sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Pulau Mendol. 

”Kami di WALHI Riau mengucap terima kasih diberi kesempatan ambil bagian dalam rangkaian advokasi ini, advokasi yang bertujuan mengakselerasi pencabutan HGU PT TUM. Sepanjang proses ini, kami merasa bahagia diposisikan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Pulau Mendol. Kami di WALHI Riau akan memastikan terus menjadi keluarga Pulau Mendol dan terus ambil bagian dalam kelanjutan advokasi ini hingga selesai, hingga menang seutuhnya,” sebut Even.

Kenduri ini diselimuti rasa haru, ketika Wan Andi Gunawan, Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pulau Mendol (FM-PPM) menceritakan proses perjuangan yang sempat merenggut nyawa Said Abu Supian. Wan Andi mengenang semangat Said dalam perjuangan ini. 

Ia menceritakan Almarhum dan rombongan mengalami kecelakaan di ruas tol Serang, Banten. Saat itu, ia dan rombongan masyarakat Pulau Mendol hendak menuju Jakarta untuk melakukan pertemuan dengan Kementerian ATR/BPN dan beberapa instansi lainnya. Sayangnya, beberapa hari setelah kecelakaan, Said Abu Supian menghembuskan nafas terakhirnya.

”Berpulangnya Almarhum Kanda Said Abu Supian meninggalkan duka sekaligus membakar semangat para pejuang Mendol dan jaringan untuk lebih semangat mendorong pencabutan HGU PT TUM. Alhamdulillah, semangat ini membuahkan hasil yang patut disyukuri. Untuk itu, apa yang dicita-citakan Almarhum harus kita pertahankan, agar tanah ini dapat jauh lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat,” ucap Wan Andi Gunawan.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan Desa Teluk juga dihadiri oleh beberapa tokoh, seperti Azlaini Agus, Kazzaini KS, Tengku Zulmizan F. Assegaf, Camat Kuala Kampar Elrasydi Albi, Direktur Intelkam Polda Riau Kombes Pol HR. Sutrisno, Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto SH, SIK dan beberapa tokoh dan unsur pimpinan Kecamatan Kuala Kampar lainnya.

Kenduri ini ditutup dengan penyampaian simpai pembuhul dari Azlaini Agus, tokoh masyarakat Riau. Azlaini Agus menyampaikan tiga pesan penting kepada peserta Kenduri. Pertama, seluruh masyarakat Pulau Mendol harus saling memaafkan. Konflik antara masyarakat yang berbeda pilihan dan pendapat harus diselesaikan. 

Harus saling memaafkan. Apabila masyarakat tidak  saling memaafkan akan mudah dipecah belah pihak lain dan dengan mudah dicengkram ulang pihak lain. Kedua, dicabutnya hak atas tanah atau HGU PT TUM bukan tujuan utama. Masyarakat harus segera melakukan pemetaan lahan serta dan memastikan proses legalitas tanah segera selesai. 

Ketiga, legalisasi dan redistribusi tanah harus dilakukan dengan memperhatikan aspek kelestarian. Pulau Mendol sebagai pulau kecil harus mempunyai ruang lindung dan konservasi yang berfungsi menyelamatkan mendol dari ancaman penurunan muka tanah dan dampak buruk perubahan iklim lainnya.

Keputusan penetapan tanah terlantar merupakan langkah bijak pemerintah yang harus ditindaklanjuti dengan keputusan lain yang memberi kepastian perlindungan hak atas tanah dan sumber kehidupan masyarakat Pulau Mendol. 

Keputusan ini juga jadi momentum penting untuk memastikan keselamatan pulau untuk generasi berikutnya. Memastikan ketersediaan tanah, air dan mencegah dampak buruk perubahan iklim yang dapat menenggelamkan pulau.

Selain dialog dan pemberian pesan yang saling menguatkan, Kenduri ini juga dimeriahkan kegiatan seni dan budaya, seperti musik kompang, silat, pembacaan pantun dan puisi. 

Terdapat dua penyair yang membaca puisi di Kenduri tersebut. Sukur Sukaria, penyair lokal Pulau Mendol dan Kunni Masrohanti, Presiden Penyair Perempuan Indonesia. Keduanya berpuisi tentang Mendol yang lebih dikenal dengan nama Pulau Penyalai.***

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post
Debt collector bentak polisi

Debt Collector Bentak Polisi Berhasil Diamankan, Bahkan Dikejar Sampai ke Ambon

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.