• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Lengan Pria di Kuansing Digigit Buaya Saat Mandi, Sungai Ini Habitatnya, dan Mengapa Kini Mereka Menyerang Manusia?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
20 Februari 2023
Buaya muara

Ilustrasi buaya muara

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Seorang pria di Desa Sikakak, Cerenti, Kuantan Singingi [Kuansing] diserang buaya saat tengah mandi. 

Salah satu lengannya terluka setelah mendapat cengkraman keras dari rang buaya, yang diperkirakan bertubuh besar.

Andri, Kepala Desa setempat, membenarkan bahwa ada warganya yang diterkam buaya. 

Hal itu disampaikannya saat tim dari BKSDA Riau melakukan kunjungan ke rumahnya untuk menggali informasi itu.

“Memang ada warga kita yang diserang buaya saat dia tengah mandi di Sungai Batang Kuantan,” tuturnya.

Tim dari BKSDA kemudian dibawa berkunjung ke rumah korban yang tak jauh dari situ. Korban bernama Amat. 

Amat memperlihatkan lengannya yang diperban setelah digigit buaya.

Amat diterkam buaya pada pada Sabtu sore, sekitar pukul 19.00 WIB. Kejadian itu bermula saat dia turun ke sungai untuk mandi.

Serangan buaya itu terjadi secara mendadak dan sangat tiba-tiba. Rahang hewan buas itu menerkam salah satu lengannya. Secara reflek, Amat berusaha melepaskan tangannya dari gigitan itu dan berhasil.

“Setelah terlepas dari gigitan buaya, saya segera pulang untuk melihat kondisi lengan,” ujarnya bercerita.

Amat, menjadi satu dari sekian banyak warga di desa ini yang heran mengapa mereka mendapat serangan seperti itu. 

Padahal sejak dahulu kala, sungai ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan tak pernah ada serangan hewan buas yang mematikan.

Warga yang berdomisili di Desa Desa Sikakak ini, biasanya memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di sungai itu terutama untuk kegiatan mandi, mencuci, bahkan mencari nafkah.

“Terutama untuk mencari ikan,” jelasnya.

Sebagai penghulu di desanya, Andri turut mencemaskan apa yang menjadi keresahan warganya, terutama atas serangan-serangan buaya.

Andri lalu meminta kepada Tim BKSDA Riau agar bisa memasang perangkap, agar kejadian serupa tidak menimpa warga lainnya di desa itu.

“Warga kami jadi sangat takut untuk melakukan aktivitas di sungai,” ungkapnya.

“Tim menyampaikan keprihatinannya kepada bapak Amat atas kejadian yang menimpanya dan berharap hal ini tidak terjadi lagi,” sebut Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Andri Hansen Siregar.

Sementara itu, Hansen menyebut, bahwa Sungai Batang Kuantan merupakan salah satu habitat buaya. 

“Kita perlu berbagi ruang dengan mereka agar mereka tidak mengganggu manusia,” tambahnya.

Oleh sebab itu, warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sungai saat buaya-buaya ini tengah berburu mencari mangsa, terutama mulai pukul 17.00-07.00 WIB.

Tim dari BKSDA Riau juga meminta kepada aparat pemerintah desa setempat untuk memasang papan pengumuman di titik-titik rawan buaya. 

Papan informasi itu dipasang di pinggir Sungai Batang Kuantan sebagai peringatan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati.

“Kami juga mengingatkan kepada warga agar tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa itu, karena dilindungi.” 

“Tim juga meminta kepada warga agar selalu berkomunikasi dengan pihak Balai Besar KSDA  Riau dalam penanganan konflik satwa bisa melalui call centre di 081374742981,” tuturnya.***[Melba]

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post
Kebakaran pasar cik puan

Pasar Cik Puan Terbakar, Data Polisi Ungkap dari 500, ada 400 Kios di Pasar Cik Puan Ludes, 40 di Antaranya Kios Toko Emas 

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.