• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ekosistem Mangrove di Pesisir Riau Rusak Karena Abrasi Pantai, Total Hampir 500 Km, Bayangkan Berapa Luas Daratan Riau yang Hilang?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
27 Desember 2022
Ekosistem mangrove di pesisir riau rusak karena abrasi

Ekosistem mangrove di pesisir riau terancam rusak akibat abrasi / Foto: Ilustrasi, Pixabay.

Share on FacebookShare on Twitter

Ekosistem mangrove di pesisir Riau rusak karena abrasi pantai. Dampak terburuk akan terjadi yakni hilangnya mata pencaharian masyarakat hingga ancaman terhadap kedaulatan negara.

BERTUAHPOS.COM —Pemprov Riau klaim abrasi—pengikisan pinggiran pantai—merupakan penyebab utama rusaknya ekosistem mangrove di pesisir Riau.

Hal ini tentu saja bukan perkara mudah untuk menanganinya sehingga upaya pemulihan dan pemeliharaan ekosistem gambut seakan berbenturan dengan kondisi alam yang tidak mendukung.

Artinya, ekosistem mangrove akan sulit untuk dipulihkan jika masalah abrasi hanya menjadi wacana tanpa ada aksi nyata untuk penanganannya. Meskipun, mangrove merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, seluas 482 atau hampir 500 kilometer panjang pantai di pesisir Riau terdampak abrasi.

Akibatnya, hilangnya ekosistem mangrove terjadi di sejumlah daerah di Riau, seperti; Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Hal ini diungkapkan oleh Kepala DLHK Provinsi Riau Mamun Murod dalam sosialisasi percepatan rehabilitasi mangrove, di Pekanbaru, pada 26 Desember 2022.

Hilangnya mata pencaharian nelayan
Abrasi tidak cuma merusak ekosistem mangrove tapi juga ancam mata pencaharian nelayan / Foto: Ilutrasi, Pixabay.

“Abrasi yang terjadi sudah menggerus ekosistem gambut yang ada. Berdasarkan data yang ada, seluas 482 Kilometer panjang pantai di Provinsi Riau terdampak abrasi. Bisa dibayangkan berapa luas kawasan daratan yang hilang akibat rusaknya ekosistem mangrove,” katanya.

Murod menyebut, tekanan luar biasa tengah dihadapi oleh ekosistem mangrove di Riau. Penyebab awalnya, kata dia, tak lain adalah pembalakan liar terhadap kayu-kayu bakau untuk kepentingan ekonomi dan pembangunan seperti; industri arang, pondasi bangunan hingga kebutuhan lainnya. 

Kondisi ini lah yang diklaim telah mendegradasi ekosistem mangrove dengan dampak sangat luas. Formasi mangrove yang harusnya menjadi barrier terhadap gelombang besar di pesisir kian hilang, sehingga gambut yang rapuh di pinggir pantai dengan mudahnya terkikis dan terbawa ke laut.

Komoditi perkebunan di pulau
Kelapa menjadi salah satu komoditi perkebunan di wilayah pulau dalam ancaman abrasi / Foto: Ilustrasi, Pixabay.

Abrasi Ancam Kedaulatan Negara

Mamun Murod menyebut, jika abrasi terus dibiarkan maka dampak jangka panjang tentu saja akan mengancam kedaulatan negara dengan kian mengecilnya luasan pulau-pulau terluar di Indonesia—terutama pulau yang berada di Riau.

Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, termasuk Kota Dumai, merupakan daerah-daerah di Riau yang menyimpan banyak pulau-pulau—baik yang dihuni oleh manusia maupun tidak. 

Namun, masalah serius terhadap persoalan abrasi, kini tengah dihadapi oleh Pulau Rangsang (Kepulaun Meranti) dan pulau-pulau di Bengkalis. Keduanya bahkan berhadapan langsung dengan Selat Malaka dengan daya hempas ombak yang besar di bibir pantai.

“Bila hal ini terus dibiarkan, akan mempengaruhi kedaulatan negara dengan semakin menyempitnya luas pulau-pulau terluar yang dimiliki Indonesia, antara lain di Pulau Rangsang Meranti dan Kabupaten Bengkalis,” kata Murod.

Rehabilitasi ekosistem mangrove
Tanaman mangrove yang baru tumbuh di pinggir pantai / Foto: Ilustrasi, Pixabay.

Potensi Hilangnya Mata Pencaharian Masyarakat

Tidak hanya kian memperkecil luasan pulau, abrasi dalam jangka panjang dianggap akan sangat mengancam hilangnya mata pencaharian masyarakat. 

Murod berkata, mereka yang tinggal di pulau terdepan tidak cuma mengandalkan perekonomian keluarga dengan melaut sebagai nelayan, tapi juga dengan bertani dan berkebun.  

Komoditi perkebunan khas tanaman gambut seperti sagu, karet dan kelapa akan rusak karena pohon-pohon perkebunan yang mereka miliki turut terseret ke laut akibat abrasi.  

Atas dasar ini, rehabilitasi mangrove menjadi sesuatu yang pokok dan harus disegerakan. Memang tak cukup hanya sekedar menanam bibit-bibit baru di pinggir pantai, tapi juga perlu diikuti dengan pembangunan sipil teknis, “…fungsinya untuk menahan dan memecah gelombang. Jumlahnya masih sangat minim di Riau,” tuturnya.

Selanjutnya, juga perlu dilakukan rekayasa tanaman mengingat media tanam tak lagi di pesisir pantai yang berlumpur tapi sudah pada kontur tanah bergambut. Oleh sebab itu perlu kiranya identifikasi secara baik sehingga upaya pemulihan membuahkan hasil optimal. “Termasuk lah mengidentifikasi ekosistem dan peluangnya,” ujar Murod.***[Melba]

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Nokia 2360 Flip dengan Pasar Terbatas, Cocok untuk Siapa?
Teknologi

Nokia 2360 Flip dengan Pasar Terbatas, Cocok untuk Siapa?

...

Read moreDetails
Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Next Post
Kasus covid-19 di china

Cuap-Cuap Xi Jinping Soal Kasus Covid-19 yang Kian Menggila di China

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.