• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Stagflasi Lebih Berbahaya dari Resesi, Indonesia dalam Ancaman Itu

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 Juli 2022
resesi dan stagflasi

Ilustrasi.

125
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kewaspadaan menghadapi krisis global memicu naiknya harga pangan dan inflasi. Hal ini akibat terganggunya rantai pasok sehingga melonjaknya harga pangan dan energi.

Namun ancaman yang lebih serius itu bukan resesi, tapi stagflasi—kondisi dimana pertumbuhan stagnan atau tidak bergerak, sedangkan inflasi terus menanjak tinggi. “Dampak buruk stagflasi terhadap perekonomian yaitu terus meningkatnya angka pengangguran,” kata Pakar Kebijakan Publik dari Narasi Institut Achmad Nur Hidayat seperti dikutip dari Koran Jakarta, Kamis, 15 Juli 2022.

Dia mengatakan, stagflasi yang kini menjadi ancaman ekonomi Indonesia, semata-mata bukan cuma karena faktor eksternal. Tapi, juga faktor internal, seperti pengambilan kebijakan negara yang ‘ditunggangi oleh penumpang gelap’. Dampaknya rakyat makin sengsara, elite semakin kaya.

Jika mundur ke era reformasi, misalnya, saat krisis melanda justru muncul megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan obligasi rekap. “Rakyat menderita karena krisis, tapi elite malah fund rising (menggalang dana) yang menyengsarakan rakyat hingga hari ini,” terangnya.

“Hal seperti itu terus terjadi hingga hari ini, seperti pada kasus minyak goreng, Bansos dikorup, dibiarkannya Garuda hancur dan swasta makin menguasai, impor makin besar, utang makin banyak,” kata Achmad.

Di sisi lain, konglomerat yang kerap dibanggakan lebih banyak bergerak dalam industri yang berbasis impor sehingga membuat Indonesia terus mengalami defisit transaksi berjalan. 

Sejak 2014, Indonesia mengalami deindustrialisasi karena terlalu mengandalkan impor yang berakibat pada rentannya mata uang rupiah pada gejolak dunia karena di saat yang sama utang negara dan swasta dalam valuta asing sangat besar.

“Saat harga pangan dan energi naik bersamaan seperti sekarang, rupiah melemah, sehingga dua kali menderita,” katanya.

 

 

Soal deindustrialisasi tentu menambah masalah, karena di saat sulit ancaman stagflasi membuat pekerjaan rumah, penyerapan pengangguran dan upaya menaikkan daya beli masyarakat makin akan semakin sulit.

Achmad melihat itu dari kasus minyak goreng yang ada banyak keanehan, BUMN enggan menugaskan salah satu perusahaannya untuk ikut mengurus pengolahan minyak goreng. 

Di industri penerbangan juga begitu, Garuda seperti dibiarkan menghadapi masalahnya sendiri. Bahwa mungkin benar ada masalah yang ditimbulkan oleh direksi Garuda di masa lalu, “tapi solusinya bukan berarti harus dimatikan,” jelasnya.***

Tags: daya beliekonomifinansialIndonesiaresesistagflasi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Daya Beli Melemah, Investor Riau Tetap Aktif Transaksi Saham
Berita Pilihan

Daya Beli Melemah, Investor Riau Tetap Aktif Transaksi Saham

...

Read moreDetails
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Daftar Mobil Listrik Murah di Indonesia 2026, Pilihan Terbaik Harga di Bawah Rp300 Juta

Daftar Mobil Listrik Murah di Indonesia 2026, Pilihan Terbaik Harga di Bawah Rp300 Juta

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Next Post
penjemputan jemaah haji, dipulangkan, pemulangan jemaah haji

Kapan Jadwal Jemaah Haji Pulang? Berikut Kata Kepala Kanwil Kemenag Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.