• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengakuan Mantan Napi Teroris, Penyebaran Paham Radikalisme di Indonesia Masih Sangat Masif

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 April 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pengakuan dari seorang mantan Napi teroris Haris Amir Falah, bahwa penyebaran paham radikalisme di Indonesia masih sangat masif, dan menyasar masyarakat.

Buktinya, hingga kini masih terjadi aksi teror hingga menewaskan nyawa. “Kalau saya ingin katakan bahwa paham radikalisme itu masih sangat masif menyebar di masyarakat,” ujar Haris dalam diskusi daring bertajuk Bersatu Melawan Teror, Sabtu, 3 Maret 2021.

Radikalisme dan aksi teror bukan bagian dari ajaran agama manapun, termasuk Islam. Dengan demikian, ia meminta setiap pihak sepakat untuk memberantasnya, karena melawan terorisme dan radikalisme, bukan melawan agama.

Aksi teror selalu menciptakan momentum atau menemukan momentum, ataupun keduanya. Namun, kata dia, untuk menciptakan momentum itu mahal, sehingga mereka lebih memilih menemukan momentum.

Dalam kacamata orang radikal, mereka menggunakan momentum ketika mereka menganggap terjadi ketidakadilan. Haris melanjutkan, pandemi Covid-19 pun turut dimanfaatkan karena rasa kemanusiaan dalam diri para teroris sudah mati, sebagaimana dikutip dari Republika.co.id.

Ia pun menduga, pelaku aksi teror di Gereja Katedral Makassar merupakan sel lama dari kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Menurutnya, jaringan tersebut rutin mengadakan kajian di dua tempat di Makassar untuk melakukan pembinaan.

“Ini sel lama. Orang-orang yang rutin mengadakan kajian di Makassar. Ada dua tempat yang rutin dijadikan oleh mereka untuk melakukan pembinaan dan pada saat yang tepat melakukan aksi,” kata Haris.

Ia menyebut, sasaran jaringan tersebut bahkan hingga ke seluruh wilayah Indonesia, karena meski terlihat terputus, akarnya tetap menyatu. Untuk itu, ia meminta semua pihak masif melawan. “Mestinya kita juga harus masif melawan itu,” tutur dia. (bpc2)

Tags: Paham radikalismepaham radikalisme di Indonesiapenyebaran paham radikalisme
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
KLB Demokrat, demokrat dan nasdem, ketua umum demokrat

Kubu KLB Malah Rencanakan Usung AHY ke Cagub DKI Jakarta

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.