• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, November 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Imbas Pembunuhan Gadis Dayak, Madura dan Sampit Trending Topic

Romi J. by Romi J.
10 Februari 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tagar #madura dan #sampit trending di twitter Indonesia pada Rabu, 10 Februari 2021 sore.

Penyebabnya adalah kasus pembunuhan gadis bernama Medelin Sumual oleh tersangka yang berinisial MM di Kelurahan Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Medelin Sumual adalah gadis Dayak, sedangkan MM adalah pemuda dari suku Madura. Motifnya adalah Medelin menolak diajak melakukan persetubuhan dengan MM, sehingga terjadilah pembunuhan.

Akibat pembunuhan ini, Lembaga Adat Besar Kabupaten Kutai Barat memberikan sanksi adat berupa denda 4,120 antang atau guci. Nilainya setara dengan Rp1,648 miliar, dengan harga per satuan guci Rp400 ribu.

Kemudian, denda ini ditambah dengan prosesi adat kematian suku Dayak Benuaq, Mapui, dan Kenyau Kwangkai sebesar Rp250 juta. Dengan demikian, total yang harus dibayarkan adalah Rp1,898 miliar.

MM diberikan waktu hingga 6 bulan untuk membayarkan denda adat tersebut. Jika tak dibayarkan dalam waktu tersebut, maka semua warga Madura yang ada di Kutai Barat akan diusir dari Kutai Barat.

Peristiwa ini membuat warganet khawatir akan terjadi lagi tragedi Sampit, yang memakan korban hingga 400 jiwa, 33 ribu mengungsi, dan 23 ribu harus keluar dari Kalimantan.

“no more Dayak vs Madura conflict. no more Sampit 2.0,” tulis akun @ddelouvree.

“Semoga peristiwa Madura Dayak tidak terjadi. Amin,” tulis akun @nbiells. (bpc4)

Tags: MadurasampitTragedi
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 9 Desember: Kejahatan Perang Belanda di Rawagede

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 24 September: Gugurnya Yun Hap, Korban Tragedi Semanggi II

Catatan 13 Mei: Tragedi ’98, Kerusuhan Menyebar

Next Post

DPRD Minta Pemprov Riau Benahi Infrastruktur di 2022

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.