• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dikalahkan Kolonel 29 Tahun Jadi Panglima TKR, Apa Reaksi Letjen Oerip Soemihardjo?

Romi J. by Romi J.
26 Agustus 2020
Oerip
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada 12 November 1945, ada pertemuan darurat di Markas Tinggi TKR (kini TNI) di Gondokusuman, Yogyakarta. Salah satu agendanya adalah untuk memilih panglima TKR.

Situasi saat itu tengah genting. Dua hari sebelumnya, perang besar antara rakyat Surabaya dan pasukan Inggris telah dimulai. Panglima besar sebagai pucuk pimpinan TKR harus segera dipilih.

Sebelumnya, TKR dipimpin sementara oleh Letnan Jenderal (Letjen) Oerip Soemihardjo yang saat itu menjabat Kepala Staf.

Suasana sempat memanas, namun akhirnya pemilihan dilakukan secara demokratis. Semua wakil tentara dan laskar diminta menunjuk tangan untuk memilih calon yang ditulis di papan tulis.

Hasilnya, Oerip mengumpulkan 21 suara. Sementara, Soedirman yang masih berumur 29 tahun dan berpangkat kolonel, berhasil mengumpulkan 22 suara.

Menurut buku ‘Jenderal Soedirman’ yang ditulis Anom Whani Wicaksana, Soedirman sangat terkejut karena hasil pemilihan itu. Dia kemudian mengundurkan diri, dan menyerahkan jabatan Panglima TKR kepada Oerip.

Namun, peserta rapat tak mengizinkan, dan tetap menunjuk Soedirman menjadi Panglima TKR.

Bagaimana reaksi Oerip?

Waktu itu, pangkat Oerip adalah Letjen, bintang tiga. Umurnya juga sudah 52 tahun. Dia sudah malang melintang sebagai tentara didikan KNIL.

Bukannya marah, Oerip ternyata merasa gembira karena tak terpilih. Oerip merasa senang, karena kini beban TKR tak lagi berada di pundaknya.

Akhirnya, pada 18 Desember 1945, Presiden Soekarno melantik Soedirman sebagai Panglima TKR. Pangkatnya diloncatkan naik menjadi Jenderal. (bpc4)

Tags: JenderalpanglimaTKR
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Anekdot Syarwan Hamid Soal Jenderal dari Riau

...

Read moreDetails

Catatan 23 Oktober: Kelahiran Arifin Achmad, Orang Riau Pertama Jadi Jenderal dan Gubernur

BKR Bukan Tentara, Sehingga TKR Terbentuk

Catatan 5 Oktober: Terbentuknya TKR, Cikal Bakal TNI

BKR Bukan Tentara, Akhirnya Dibentuk TKR

Amien Rais Deklarasi Partai Ummat, Demokrat: Hormat! Jenderal Saja Belum Tentu Mampu

Next Post
imigrasi

Sejak Karyawan Positif Corona, Kantor Imigrasi Pekanbaru Masih Ditutup

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.