• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, November 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Antisipasi Dini Karhutla, Pemerintah Lakukan TMC di 3 Provinsi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
11 Mei 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Antisipasi jelang musim panas dan untuk mencegah kekeringan gambut yang mudah terbakar, Pemerintah meluncurkan Pelaksanaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan mulai 11 Mei 2020 untuk wilayah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Dalam acara peluncuran yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman mengatakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca untuk rekayasa hujan buatan dimaksudkan untuk membasahi lahan-lahan gambut di musim kemarau, dengan mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam retensi.

“Operasi TMC ini akan diawali dengan Pembentukan 2 Posko di wilayah Sumatera yaitu Posko Pekanbaru yang meliputi wilayah Provinsi Riau dan sebagian Jambi, serta Posko Palembang untuk wilayah Propinsi Sumatera Selatan dan sebagian Jambi. Operasi TMC ini akan dilaksanakan selama 15 hari di masing-masing posko”, ucap Ruandha Agung pada peluncuran TMC virtual yang diikuti pejabat dari KLHK, BMKG, BPPT, BNPB, BRG, BPBD, Danlanud, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Kehutanan provinsi terkait, perwakilan pihak swasta dari RAPP dan Sinar Mas, Senin (11/05/2020).

Selanjutnya setelah kedua Posko ini, menurut Ruandha rencana kedepan sesuai dengan prediksi dan rekomendasi BMKG akan dibentuk lagi 3 (tiga) Posko serupa di wilayah Kalimantan, yaitu Posko Kalteng-Kalsel, Posko Kalbar dan Posko Kaltim-Kaltara.

“Diharapkan Pelaksanaan TMC yang segera dimulai setelah launching hari ini, dapat mencegah terjadinya karhutla dan menekan angka karhutla Tahun 2020 secara nasional dan khususnya di propinsi-propinsi bergambut yang rawan karhutla”, tambahnya.

Pada prinsipnya, operasi TMC meniru proses alamiah yang terjadi di dalam awan. Sejumlah partikel higroskopik yang dibawa dengan pesawat ditambahkan langsung ke dalam awan jenis Cumulus (awan hujan) agar proses pengumpulan tetes air di dalam awan segera dimulai. Dengan berlangsungnya pembesaran tetes secara lebih efektif maka proses hujan menjadi lebih cepat dan menghasilkan curah hujan yang lebih banyak.

Dengan didukung pesawat TNI-AU jenis Cassa 212-200 dari Skuadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh – Malang, dengan kapasitas angkut 800 kg garam (NaCl) berbentuk powder untuk disemai dalam setiap sorti penerbangan, diharapkan akan diperoleh hasil maksimal.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan terimakasih dan penghargaan pada semua pihak yang terlibat dalam pengendalian karhutla.

Tim Satgas lapangan ini tidak hanya bekerja di titik terdepan saat terjadi karhutla, namun juga rutin turun melakukan sosialisasi bahaya karhutla dan penyebaran covid-19 secara door to door (ke rumah warga).

Satgas Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, BNPB, BPPT, BMKG, BPBD, Pemda, pihak swasta seperti dari RAPP dan Sinar Mas, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta para relawan dari berbagai kelompok masyarakat lainnya, secara rutin dan konsisten tetap melakukan upaya-upaya pengendalian Karhutla, dengan tetap menerapkan protokol Covid-19.

”Saya ucapkan terimakasih pada tim di lapangan, tetap jaga kesehatan dan keselamatan. Kolaborasi kerja di tingkat tapak oleh semua pihak sangat penting dilakukan. Karena mengendalikan Karhutla tidak bisa menunggu, upaya antisipasi seperti TMC dan patroli rutin menjadi pilihan yang tepat untuk dilakukan. Saya terus mengikuti laporan dari lapangan setiap hari,” kata Siti.

Lebih lanjut Menteri Siti menjelaskan beberapa lokasi gambut yang terjadi kebakaran berulang, harus tetap mendapat perhatian serius. Para pihak harus memastikan bahwa gambut tetap dalam kondisi basah.

“Bapak Presiden sudah mengingatkan untuk terus waspada dan lakukan pencegahan sedini mungkin,” ujar Menteri Siti.

Selama kurun waktu 2016 hingga Maret 2020 telah berhasil dipulihkan ekosistem gambut yang rusak seluas 3.474.687,72 ha, dalam bentuk penanganan tata kelola air (pembasahan) melalui pembangunan dan pengoperasian 27.889 unit sekat kanal, rehabilitasi vegetasi seluas 4.438,70 ha, dan mendorong suksesi alami pada area seluas 306.112 ha.

Tercatat nilai rata-rata Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) setelah intervensi pemulihan ekosistem gambut pada sebanyak 10.690 unit titik kontrol penaatan yang tersebar di 12 Provinsi, yaitu pada angka 0,55 meter pada tahun 2019, dan membaik menjadi 0,46 meter pada Kuartal I tahun 2020. (Batas toleransi menurut PP adalah 0,40 m)

Hasil analisis pada Peta area yang diintervensi dengan data karhutla tahun 2019, menunjukkan bahwa tidak terdapat karhutla di areal-areal yang sudah diintervensi, baik di areal konsesi maupun lahan masyarakat, jelasnya.***(rls/bpc17)

_

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Universitas Riau Perkuat Daya Saing Lulusan melalui LSP P1, Siapkan 6 Skema Sertifikasi Profesi
Regional

Universitas Riau Perkuat Daya Saing Lulusan melalui LSP P1, Siapkan 6 Skema Sertifikasi Profesi

...

Read moreDetails
Inflasi Riau Oktober 2026 Naik, Andil Tertinggi Justru dari Kelompok Transportasi

Inflasi Riau Oktober 2026 Naik, Andil Tertinggi Justru dari Kelompok Transportasi

Daratan Membulat, Lautan Justru Bikin Bentuk Bumi Semakin Pipih

Daratan Membulat, Lautan Justru Bikin Bentuk Bumi Semakin Pipih

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya

5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

Ini 3 Pilihan Merek Susu Oat Terbaik yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Ini 3 Pilihan Merek Susu Oat Terbaik yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Next Post

Pantau Pergerakan Gajah Sumatera, KLHK Manfaatkan Teknologi GPS

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.