• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Banyak yang Mengungsi, Bupatinya Sebut Warga Natuna Sudah Tenang

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
4 Februari 2020
Warga Natuna eksodus - (Foto: kepritoday.com)

Warga Natuna eksodus - (Foto: kepritoday.com)

Share on FacebookShare on Twitter


BERTUAHPOS.COM – Warga Natuna, terutama yang bermukim dekat dengan lokasi karantina WNI dari Wuhan Cina diketahui banyak yang mengungsi keluar kota. Namun, Bupati Natuna Hamid Rizal memastikan jika masyarakat sudah mulai tenang terkait karantina ratusan WNI dari Wuhan, China di daerah itu.

Diketahui, sebelumnya muncul gelombang penolakan dari masyarakat sekitar berupa aksi demonstrasi di sekitar lokasi karantina.

“Sekarang nampaknya sudah mulai mengerti tentang apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Jadi sudah mulai tenang lah,” kata Hamid di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Februari 2020, seperti dikutip dari suara.com.

Kata Hamid, memang ada keterlambatan informasi sehingga munculnya penolakan dari masyarakat. Selain itu, fakor lainnya ialah proses evakuasi yang cepat dari Wuhan menuju Natuna.

Selain itu, ketakutan masyarakat akan epidemi virus corona juga disebabkan belum adanya sosialisasi. Untuk itu, Dinas Kesehatan kekinian telah menyampaikan proses sosialiasi terkait penyebaran virus corona untuk meredam kecemasan masyarakat.

Menurut dia, lokasi karantina dipastikan aman bagi masyarakat. Di mana lokasi karantina dengan pemukiman masyarakat berjarak kurang lebih dua kilometer. “Lebih kurang dua kilometer lah, jadi sebenarnya itu kan kalau berdekatan. Jadi kalau dua kilometer saya kira masih aman lah,” ungkapnya.

Namun, dalam kondisi yang lain, diketahui bahwa sebagian masyarakat Natuna, terutama yang bermukim dekat dengan Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, melakukan eksodus atau pindah sementara ke luar kota. Hal tersebut diketahui dari jumlah penumpang kapal Pelni KM Bukit Raya yang naik dari Pelabuhan Selat Lampa Natuna dini hari yang berjumlah 675 orang.

Kepala Syahbandar Ranai mengatakan pihaknya tidak dapat membendung lonjakan penumpang tersebut. Pasalnya, sebagian besar penumpang mengaku ingin menghindari penyebaran virus corona dari ratusan WNI Wuhan yang saat ini sedang di observasi di Natuna.

“Waktu saya tanya rata-rata mereka mau hindari virus corona, jadi kita juga tidak bisa menolak mereka,” ujar Liber Feri, sebagaimana dilansir dari RRI.co.id. Diketahui, penumpang yang turun dalam catatan Liberferi hanya berjumlahkan 300 orang saja.

Sementara itu, aktivitas belajar di 7 Kecamatan terdekat Ibu Kota Kabupaten Natuna, sejak 4 Februari 2020 kembali berjalan normal, setelah keluar surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor T.4223/666/OTDA, agar Bupati Natuna mencabut Edaran nomor 800/DISDIK/46/2020 terkait kebijakan meliburkan kegiatan belajar-mengajar di Natuna.

Namun, dari pantauan di lapangan belum semua orang tua yang mengizinkan anaknya bersekolah. Salah satunya Lia (42) Warga Ranai, yang mengaku hingga saat ini belum mengizinkan anaknya untuk bersekolah.

“Aku masih khawatir dengan virus corona. Saya akan mengizinkan anak saya sekolah lagi setelah ada kabar dari pemerintah, bahwa virus corona tidak beredar di Natuna,” ujarnya.

Selain itu, juga diketahui sejumlah pertokoan di Ibu Kota Kabupaten Natuna, Ranai, masih terlihat banyak yang tutup, dan jalan juga tampak lengang. Demikian juga dengan perdagangan pasar Ranai yang mengeluhkan sepinya pembeli sejak tibanya WNI yang di evakuasi dari Cina ke Natuna. (bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia
Travelling

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

...

Read moreDetails
5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Next Post

Harga Bawang Putih di Pekanbaru Melejit Hingga Rp50 Ribu per Kilogram

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.