• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ternyata Ini Alasan Ilmu Matematika Kurang Berkembang di Indonesia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
9 September 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA  – Rasa khawatir maupun takut yang dialami anak-anak saat mempelajari matematika menjadi indikator mata pelajaran ini belum diajarkan dengan tepat. Dapat dikatakan pula matematika tidak berkembang di Indonesia.

Ketua Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Hartono mengaku kagum dengan penerapan ilmu matematika yang mampu mendukung akvititas sehari-hari. Di Jerman, jelas dia, sistem pendidikan matematika benar-benar teraplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda jauh dengan penerapan sistem pendidikan matematika di Indonesia yang hanya bersifat teoritis, tapi aplikasi nyatanya tidak pernah diterapkan.

“Padahal kalau berkaca ke negara barat, matematika sudah sejak lama digunakan sebagai cara mencari solusi persoalan sehari-hari. Matematika tidak hanya sekedar menjadi ilmu hitung- hitungan, tapi menjadi jalan keluar melalui cara komputasi,” kata dia, Senin (8/9/2014).

Hartono selebihnya menjelaskan alasan tidak berkembangnya matematika terapan di Indonesia terjadi lantaran sistem pembelajaran Matematika di Indonesia yang kurang tepat. Sejak pembelajaran di tingkat dasar, Matematika bukannya dipahami dengan dikaitkan kejadian sehari-hari tapi hanya sebatas hafalan.

“Sebenarnya, banyak persoalan di dunia industri yang bisa diselesaikan dengan Matematika Terapan berbasis komputasi. Dalam hal ini matematika seperti jembatan antara persoalan dengan para teknisi. Dengan Matematika terapan, solusi persoalan bisa dibuat simulasinya terlebih dahulu menggunakan komputer sehingga mampu menghemat biaya trial and error,” paparnya.

Terkait persoalan tersebut, FSTUSD Yogyakarta melakukan kerjasama dengan Universitas Koblenz, Jerman mengenai pengembangan sistem pendidikan matematika. Kunjungan dua dosen dari Universitas Komblenz, yaitu Prof. Thonmas Goetz dan Prof. Stefan Ruzika ke USD, Senin (8/9/2014), menjadi momentum penting untuk merealisasikan kerjasama lebih mendalam. Wujud kerjasama yang akan diupayakan antara lain dalam wujud penelitian bersama dan saling mengunjungi untuk mendapatkan metode pembelajaran matematika terapan di Jerman.

“Langkah pertama yang akan kami tempuh itu dulu. Selanjutnya mungkin akan kami perluas menjadi pengiriman dosen ke Jerman. Kebetulan pula kami banyak jaringan di sana dan menawarkan pemberian beasiswa bagi dosen di sini,” ujarnya di sela-sela acara menerima kunjungan dosen dari Universitas Komblen, Senin (8/9/2014).

Sementara itu Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USD Sudi Mungkasi menambahkan kerjasama dengan Universitas Koblenz nantinya akan berupa penelitian bersama hingga mendatangkan dosen tamu untuk mengajar di USD.

“Kami ingin para mahasiswa kami lebih mengenai peran Matematika dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kami ingin juga ingin mengubah pandangan mereka bahwa lulusan Matematika juga memiliki kesempatan kerja yang luas. Hal ini karena masih banyak mahasiswa matematika yang bingung tidak tahu mau jadi apa atau kerja,” tuturnya menambahkan.(Kabar24)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau
Ekonomi

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau

...

Read moreDetails
Perkuat Sektor Kreatif, BTN Targetkan Pertumbuhan Bisnis Lewat Ajang JFW 2027

Perkuat Sektor Kreatif, BTN Targetkan Pertumbuhan Bisnis Lewat Ajang JFW 2027

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Kredit Korporasi Naik 22,10 Persen, UMKM Ikut Menggeliat 1,62 Persen. Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

Next Post

Nilai Tukar Uang Valas di 4 Bank Besar RI

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.