Strategi Pemasaran Dengan Menerapkan Social Marketing

Rabu, 17 April 2013 19:39

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produknya, salah satunya saja dengan memilih strategi pemasaran melalui social marketing untuk memperkuat citra baik perusahaan kita di mata para calon konsumen. Meskipun strategi pemasaran ini sifatnya memberi pendidikan kepada masyarakat dan bukan bertujuan komersil, namun efeknya ternyata cukup besar untuk membangun kepercayaan calon konsumen.

Sebenarnya apa itu social marketing? Yang dimaksudkan dengan social marketing adalah bagaimana kita mampu melakukan aktivitas sosial untuk kepentingan pemasaran produk kita. Artinya, kita harus bisa mengedepankan nilai-nilai sosial dan ketulusan dalam melihat permasalahan sosial yang pada intinya merupakan bagian dari strategi pemasaran kita.

Biasanya, perusahaan-perusahaan besar membuat program bantuan kemanusiaan melalui program CSR (corporate social responsibility) untuk menarik simpati dari calon konsumennya. Contoh nyata sering kita lihat ketika terjadi bencana alam, banyak perusahaan-perusahaan besar yang berlomba memberikan bantuan bagi korban bencana sekaligus untuk mempromosikan brand perusahaan mereka. Dari produk yang dijual, diambil berapa persen dari hasil penjualan dan selebihnya dialokasikan untuk dana kemanusiaan.

Strategi social marketing memiliki keterkaitan dalam penciptaan brand image  perusahaan itu sendiri. Masyarakat akan sadar dan senang untuk membeli produk-produk dari perusahaan yang bersahabat dan peduli dengan lingkungan sosial. Jadi, ketika konsumen melihat sebuah perusahaan cedera secara sosial, mereka tidak akan tertarik membeli produk-produk di perusahaan tersebut.

Baca: Asian BMX Siak Tentukan Nasib Indonesia ke Olimpiade Rio de Janeiro

Tidak heran bila sekarang ini strategi pemasaran akan lebih berhasil apabila sang pelaku usaha memperbanyak strategi marketing horisontal (dari individu ke individu). Contohnya saja dengan membuat situs website untuk berinteraksi dengan para konsumennya, mengadakan gerakan sosial untuk membantu sesamanya, serta merencanakan kegiatan peduli lingkungan untuk menjaga kelestarian bumi tercinta. Sedangkan cara-cara vertikal seperti menggunakan metode komunikasi satu arah sekarang ini menjadi kurang efektif, karena sekarang konsumen sudah lebih kritis dalam menyikapi setiap penawaran dari para pelaku pasar.

Karenanya, sebagai pemilik perusahaan kita harus mampu membuktikan bahwa kita peduli dan berkontribusi cukup besar terhadap lingkungan sosial. Hal ini penting agar para konsumen memberikan simpati cukup besar terhadap perusahaan Anda, dan juga tertarik membeli produk-produk unggulan yang kita produksi. Selain rasa simpati dari konsumen, manfaat yang secara tidak langsung didapat oleh perusahaan adalah memperoleh dukungan termasuk sumber dana yang potensial dari masyarakat secara luas.