Perusahaan AS Bangun Pabrik Cokelat di Gresik Rp 1 Triliun.

Rabu, 04 Desember 2013 14:04

BERTUAHPOS.COM,Jakarta -Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yaitu Cargill membangun pabrik pengolahan cokelat di Indonesia. Pabrik yang akan dibangun di Gresik ini bernilai investasi US$ 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun.

Direktur Pengembangan Bisnis Cargill Cocoa and Chocolate Job Leuning mengatakan, ekspansi bisnis yang dikembangkan Cargill kali ini adalah pertama kalinya di Asia. Sebelumnya, Cargill mengembangkan bisnis cokelat di Vietnam, Shanghai, dan Tokyo namun hanya sebatas kantor penjualan.
“Investasi terakhir kita saat ini adalah di Indonesia, dan itu merupakan pabrik pengolahan kakao dan cokelat pertama di Asia dengan total investasi US$ 100 juta,” kata Leuning di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Leuning mengatakan, alasan Cargill mengembangkan bisnisnya di Asia karena menurutnya pertumbuhan permintaan cokelat di Asia sangat cepat.

“Asia adalah negara yang cepat berkembang terkait konsumsi cokelat,” katanya.

Baca: MBC Taja Seminar Kedua di Benteng Hotel

Pabrik tersebut berlokasi di Kawasan Industri Maspion V Gresik, Jawa Timur.
Tujuan dibangunnya pabrik baru untuk merangsang pertumbuhan dan pengembangan sektor kakao di Asia dalam memenuhi permintaan yang naik terhadap produk kakao di kawasan ini.
Proyek ini akan menyerap sekitar 200 tenaga kerja baru di Indonesia, demikian juga berbagai posisi di bagian penelitian dan pengembangan kakao yang sebelumnya telah ada di Kuala Lumpur dan Beijing, untuk melayani kebutuhan pelanggan di Asia.

Pabrik yang diperkirakan akan rampung pada pertengahan 2014 ini akan membutuhkan sekitar 70,000 metrik ton biji kakao untuk memproduksi berbagai produk untuk kebutuhan pasar Asia. Hasil dari produksinya akan berbentuk bubuk, cairan dan lemak kakao (butter), termasuk produk bubuk premium kakao Gerkens®.

Fasilitas baru ini merupakan bagian dari strategi Cargill dalam mengantisipasi pertumbuhan sektor kakao Indonesia dan upaya perusahaan untuk mendukung produksi kakao berkelanjutan secara global.

Cargill telah memulai program pelatihan petani yang terbilang cukup sukses di Indonesia yang mendorong penggunaan praktik pertanian berkelanjutan oleh petani kecil.

Cargill menargetkan untuk melatih lebih dari 1.300 petani kakao Indonesia pada tahun 2015, melalui Sekolah Pelatihan Lapangan untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas biji kakao, dan sebagai hasil dari pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani kecil dan keluarga mereka.(detik.com)