UMKM Harus Siap Bersaing dengan Ritel Modren

Kamis, 17 April 2014 13:41

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kehadiran usaha ritel modren yang menjamur di sudut Kota Pekanbaru menjadi polemik tersendiri. Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengeluhkan penurunan omset karena kehadiran ritel modren. Ini seharusnya bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk lebih bijak membuat peraturan.

Pengamat ekonomi UMKM, Prof DR Almasdi Syahza SE MP kepada bertuahpos.com, Kamis (17/04/2014) mengakui, usaha ritel modren lebih unggul karena berani buka 24 jam.


“Kalau kita lihat usaha kelontong kalahnya di sana. Karena itu perlu diadakan pembinaan maupun kebijakan dari pemerintah supaya usaha kecil tidak kalah bersaing,” tuturnya.


ALmasdi berharap pemerintah mengadakan penyuluhan terkait UMKM dalam menghadapi persaingan dengan ritel modren. “Sehingga UMKM yang bermodal kecil tetap bisa hidup, dan roda perekonomian tetap berputar,” jelasnya.

Baca: Ini Omset Jual Jagung Super Manis F1 Aina Pekanbaru


Selama ini ia juga menyayangkan sikap Pemerintah Kota yang seolah membiarkan usaha ritel modern menjamur dengan cepat. Karena menurutnya ritel modern yang  tumbuh saat ini jaraknya terlalu berdekatan.

Hal tersebut diprediksi akan membunuh usaha kelontong milik masyarakat. “Memang belum ada kajian resmi, namun kalau dibiarkan usaha sejenis menjamur bukan tak mungkin UMKM gulung tikar,” sebutnya. Apalagi usaha kelontong masyarakat yang bermodal pas-pasan,akan sulit bersaing dengan ritel yang ditopang modal besar.
 
“Memang segmentasi ritel modren yang ada, diperuntukkan untuk masyarakat kelas menengah dan atas. Namun di lapangan kenyataannya produk dan harga jual di sana dengan kelontong tak berbeda jauh. Di tambah lagi dengan banyaknya promo, tentu warga ekonomi rendah juga akan beralih ke sana,” ujarnya.
 
Pemerintah jangan hanya menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata. “Seharusnya walau syaratnya sudah ada, pemerintah bisa saja menolak atas kebijakan yang ada,” sebutnya. (riki)