Pemilik Ternak Perlu Tahu Bahaya Antraks

Sabtu, 21 Januari 2017 20:55
Pemilik Ternak Perlu Tahu Bahaya Antraks

BERTUAHPOS.COM (BPC) – Pemilik ternak perlu mewaspadai jika hewan demam tinggi dan membentur-benturkan kepala, apalagi ketika hewan ternak mati dengan tanda-tanda keluar darah hitam dari seluruh lubang pada tubuh. Sebab, tanda-tanda itu adalah gejala terinfeksi antraks.

“Kita semua tahu, antraks itu penyebabnya bakteri. Nah, bakterinya itu menyebabkan penyakit pada hewan dan kadang-kadang menular ke manusia. Tetapi, bukan dari manusia ke manusia,” ujar drh Heru Susetya MP PhD, Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam jumpa pers, Sabtu (20/1/2017).

Heru mengungkapkan, biasanya hewan yang terserang antraks adalah herbivora, seperti kambing, domba, sapi, dan kuda. Bahkan, antraks juga bisa menyerang gajah.

Advertisement

“Biasanya, dia menyerang hewan-hewan herbivora. Kuda bisa, gajah juga bisa,” ucap Heru.

Menurut dia, di dalam kedokteran hewan, antraks sudah masuk dalam penyakit hewan strategis atau harus diperhatikan. Penyakit antraks juga menjadi prioritas dari pemerintah.

Baca: Pengrajin Alumunium Banjir Order Cetakan Kue

“Di dalam ketentuannya sudah ditetapkan, setiap hewan yang menunjukkan gejala atau terkena antraks tidak boleh dibedah bangkai, apalagi dikonsumsi. Itu kata kuncinya yang perlu diperhatikan,” ujar Heru.

Ia memaparkan, antraks pada hewan ternak ditandai dengan adanya beberapa gejala. Pertama, ternak mengalami demam tinggi. Kedua, kepala dibentur-benturkan atau diputar-putar. Ketiga, hewan merasakan sakit luar biasa di bagian pinggang.

“Dalam waktu 10 sampai 36 jam, hewan akan mati dengan tanda-tanda keluar darah hitam di seluruh lubang tubuh,” katanya. (kps/mff)