Dari Kebun Cabe, Pria Ini Raup Keuntungan Puluhan Juta Rupiah

Senin, 08 Februari 2016 13:50

BERTUAHPOS.COM (BPC), BENGKALIS – Keuntungan besar dari menanam cabe rawit  ini dirasakan oleh Mbah Gino dangan nama asli Eko Prayitno  seorang petani  yang sukses, ia berasal dari daerah Lampung, yang sekarang tinggal di jalan Pesantren, desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Dari hasil menjual cabe saja, dia bisa meraih keuntungan puluhan juta dalam satu kali panen.“Saya awalnya hanya bertani sayur-sayuran biasa seperti bayam, kangkung,mentimun, sawi, dan banyak sayuran lainya, kini saya bertani cabe  dengan modal uang  sendiri dan menyewa lahan milik badan pertanian  desa  Pematang Duku. Dengan modal tersebut saya memulai menanam cabe  dan sayur-sayuran di atas lahan sekitar 2 hektar,” ujar mbah gino kepada bertuah pos,Senin(08/02/2016).

Seperti petani lainya awalnya dia juga merasa takut untuk memulai usaha ini. Tentu saja karena dibayang-bayangi rasa gagal. Tapi dengan upaya keras yang dia lakukan, usahanya itu ternyata berbuah manis.

“Berkat kerja keras saya dan keluarga dari hasil cabe ini kami udah bisa memperbaiki rumah, dan membeli kendraan, serta membuka lowongan pekerjaan masyarakat kecil yang lain,  kini saya memiliki 8 orang karyawan, dengan mengambil upah untuk menanam bibit atau pemetikan cabe.” katanya.

Baca: Kejar Order Lebaran, Pembuat Perabot Berburu dengan Waktu

Tanaman cabe ini merupakan tanaman yang tidak mengenal musimam. Sementara harga jual cabe boleh disebut masih cerah. Bakan bisa mencapaoi Rp 100 per kilo dan bisa juga anjlok menjadi Rp 40 ribu per kilo. “Jadi bisa kita bayangkan keuntungan yang diraih oleh para petani cabe ini. Dengan modal yang kecil tetapi keuntunganya berlipat ganda,” sambungnya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal  dia harus memilih bibit cabe yang benar-benar unggul dan berkualitas, agar tidak terjadinya cacat fisik pada tanaman, bahkan saya mengambil bibit dari cabe yng saya tanam sebelumnya.

Pemeliharaan cabe ini biasanya hanya rutin dilakukan penyiraman dua kali sehari saat pagi dan sore, namun saat turun hujan seperti ini, bianya kerjanya sedikit ringan. “Kami tidak perlu menyiram lagi, untuk daerah Bengkalis  ini tanahnya sangat bagus dan subur,” ujarnya.

Walaupun tanaman cabe ini kebal terhadap penyakit, namun tidak menutup kemungkinan terkena hama dan penyakit. Untuk menantisipasi dia bisanya menyemprotkan dengan pertisida atau jika terlalu parah dicabut aja, dan saya juga menggunakan pupuk organaik seperti kotoran ayam dan kotoran kambing.

Untuk hasil panen ini para petani cabe termasuk Gino, menjual dengan agen yang telah menampung hasil panen untuk dibawa ke pasar baik itu di  wilayah Bengkalis bahkan hingga sampe ke wilayah lainya seperti Pekanbaru dan daerah lainya.

Ternyata dari  bertanam cabe saja bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. “Untuk masyarakat Bengkalis harus lebih giat lagi untuk bertani agar kita  tidak perlu membeli sayuran dan cabe dari luar lagi,” sambungnya. (sifa)