Burger Nasi, Bisnis Beromzet Rp 60 Juta/Bulan

Rabu, 24 Juli 2013 14:41
Burger Nasi, Bisnis Beromzet Rp 60 Juta/Bulan
Burger lazimnya menggunakan bahan baku roti. Namun tidak dengan yang satu ini. Dengan menggunakan bahan baku nasi, Burger Nase, yang merupakan inovasi M Ichsan, owner Burger Nase memberikan kreasi dengan jajanan tersebut. Hasilnya, bisnis ini bisa menghasilkan omzet sekitar Rp60 juta per bulan.
Â
Ichsan merintis usaha tersebut sejak tahun 2009. Dengan dimulai dari sebuah café di kawasan Medan Polonia yang mensuplay makanan ke hotel serta catering. Namun karena tidak memiliki basic kuliner dan manajemen cafe diserahkan kepada orang lain, usaha tersebut akhirnya gulung tikar.
Â
“Saat membuat usaha, pakai pinjaman. The power of kepepet saya ke luar, saya coba langsung turun ke lapangan untuk mengembangkan cafe. Namun setelah dilihat, memang bisnis cafe tersebut tidak bisa saya pertahankan,” katanya.
Â
Sadar jika cafenya tidak bisa dipertahankan, akhirnya muncul ide membuat burger nasi. Usaha ini dirintisnya tahun 2010, dan tidak ingin kembali gagal, dengan modal Rp 15 juta, Ichsan pun mencoba bisnis tersebut. “Saya terinspirasi dari fast food, ayam dan nasi yang sangat digemari. Burger sudah banyak. Sehingga muncul ide, burger nasi,” katanya.
Â
Sesuai dengan namanya, Burger Nase merupakan campuran nasi, daging, dan sayuran yang disajikan dalam bentuk burger, sehingga bisa langsung disantap. Khusus olahan dagingnya, Burger Nase menawarkan tiga macam bumbu asli Indonesia, yakni semur, rendang dan sambal gila.
Â
Dia juga sempat berpikir, usaha yang dirintisnya ini akan booming, saat membuka dua outlet masing-masing di Medan Johor dan Setiabudi. “Tapi lagi-lagi karena uncontrol lagi,” katanya seraya menambahkan dia sering berpindah tempat sebagai salah satu upaya untuk mensurvey pasar, termasuk membuka jajanan pinggir jalan.
Â
Awalnya burger nase saat promo ditawarkan Rp 8.000 per porsinya, mendapat respon positif, namun ketika harganya normal Rp 10 ribuan, tidak lagi dilirik. Dari sana M Ichsan menilai, jika pasar untuk burger nase ini tidak tepat untuk ekonomi menengah ke bawah.
Â
Saat ini, usaha tersebut sudah memiliki dua outlet. Masing di Jalan Bintang dan Juga di Thamrin Plaza lantai 7. Tidak itu saja, dalam waktu dekat juga akan membuka outlet lainnya di Jalan Halat.
Â
Usaha yang meski baru tiga tahun tersebut, kini dikelola dengan sistem franchise tersebut kini sudah memiliki tiga outlet di Jakarta dan satu di Jambi. Sementara untuk Medan, sebut Ichsan dia masih membuka sebanyak delapan outlet yang tersebar diberbagai kecamatan.
Â
Baginya, dibalik usaha yang dirintis tersebut terdapat nilai nasionalisme yang tertanam. Karena selain produk lokal, burger nase ini menggunakan bahan baku yang berkualitas, beras organik, burger nase ini memiliki tiga varian masing-masing nase burger putih, nase burger merah dan nase burger hitam.
Â
Dengan harga yang bervariasi mulai Rp 12.000 hingga Rp 19.000 perporsinya
Saat disinggung soal omzet dari produksi burger nase ini, Ichsan menyebutkan, bisa mencapai Rp 60 jutaan. Dengan margin sekira 25%.
Â
Kemudian sambungnya, untuk peluang usaha tersebut,mulai dari Rp 60 juta- Rp 240 juta. Namun sebelum memberikan peluang tersebut, tetap harus melalui survei lokasi terlebih dahulu. “Yang pasti saya akan survei dulu,” sebutnya.
Â
(seputarukm.com)