• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemerintah Harus Lindungi Masyarakat dari Makanan Seludupan Berbahaya

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Maret 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pemerintah harus melindungi masyarakat dari makanan selundupan yang berbahaya.

Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu mengatakan bahwa makanan seludupan yang berbahaya ini tidak kalah bahayanya dengan narkoba.

“Karena, makanan selundupan itu bisa saja sudah kadaluarsa, kemudian diubah tanggal kadaluarsa itu. Baru diseludupkan ke tempat kita,” ujar Kordias saat ditemui bertuahpos.com di kantornya, Senin 19 Maret 2018.

“Nah, kalau narkoba, yang kena kan cuma orang-orang nakal yang memakainya. Kalau makanan selundupan berbahaya ini, bisa saja yang kena orang baik, anak-anak dan masyarakat kita yang dikampung itu. Kan kasihan,” tambahnya.

Karena itu, selain masyarakat yang harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan, Kordias menekankan pemerintah yang lebih aktif dalam mencegah masuknya makanan berbahaya ke Riau.

“Karena penyelundupan itu kan lewat air. Daerah kita ini kan berhadapan langsung dengan negara orang, yang membuat daerah kita rawan penyelundupan, yang salah satunya makanan berbahaya ini. Jadi, perkuatlah peran pemerintah dalam mengawasi makanan selundupan berbahaya ini,” tambah Kordias.

Baca: Sekarang, Masyarakat Harus Hati-Hati Beli Sarden

Sebelumnya, masyarakat di Meranti dan Inhil menemukan adanya cacing pita di makanan kaleng. Temuan ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir.

“Iya benar ada 2 daerah di Riau yang menemukan cacing dalam sarden,” kata Mimi. “Saat ini pengujian sampelnya dilakuka di BBPOM,” tambahnya. (bpc2)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Diburu Waktu, DPRD Riau Warning Pengerjaan Fly Over Arengka Harus Utamakan Kualitas

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.