Ini Dia Peluang Bisnis di Semester II dan Tahun 2014!

Selasa, 16 Juli 2013 10:41

BERTUAHPOS, PEKANBARU – Tahun 2013 tidak saja sebagai tahun politik bagi Provinsi Riau tetapi juga tahun ekonomi kreatif. Pasalnya, sepanjang tahun 2013 hingga 2014 merupakan tahun politik yang ikut mendorong tumbuhnya industri kreatif. Lantas apa saja trend-trend bisnis yang dapat menjadi peluang bagi masyarakat? Berikut Ekonom Riau Edyanus Herman Halim menjelaskan.

Terjadinya aktivitas politik baik untuk pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif serta pemilihan umum pada tahun mendatang, akan membuat sektor-sektor usaha kecil dan menengah ikut terdongkrak khususnya pada semester II 2013 hingga tahun 2014. Beberapa industri  kreatif di perkirakan tumbuh secara signifikan, setidaknya hingga akhir masa pemilihan umum.

“Pada tahun politik, bisnis-bisnis kreatif semakin marak. Yang paling berprospek itu industri kreatif, paling berpeluang. Seperti percetakan, penerbitan, pembuatan advertising atau media kampanye seperti baju yang kreatif, souvenir, dan berbagai aksesoris politik. Segala sesuatu yang terkait manusia atau bersumber banyak dari manusia, berpeluang,” ujar Edyanus.

Lebih jauh dikatakannya, bisnis industri kreatif bisa terus tumbuh hingga 1,5 tahun kedepan. Bisnis kreatif memberi dampak yang cukup luas pada bisnis-bisnis lain, sehingga selain bisnis kreatif bisnis dunia pendidikan juga akan ikut berpengaruh tumbuh. Misalnya sekolah-sekolah, seminar, pelatihan, dan segala sesuatu yang membutuhkan pengetahuan.

Baca: Kartu Mahasiswa dari BRK Bisa Juga untuk Berbisnis

Disamping itu, bisnis kuliner juga akan terdongkrak selama musim politik. Sebab, hal ini terkait kebutuhan manusia dalam jumlah yang cukup banyak. Semakin mendekati masa puncak politik, bisnis kuliner cendrung ramai dan akan mengalami peningkatan. Sedangkan bisnis yang tetap menjamur, bisnis di sektor pertanian.

“Ini tidak bisa hilang, penurunan kemungkinan ada tetapi biasanya cendrung naik. Sebab, kontribusinya pada Riau cukup tinggi, dengan memberi kontribusi sekitar 49 persen sektor pertanian. Hal lainnya, bisnis di bidang property masih tetap berkilau. Mengapa, karena di sektor property  permintaannya masih tinggi,” sebut Edyanus.(jun)