3 Keuntungan Tidak Langsung Jika UMKM Riau Manfaatkan Teknologi Online

Kamis, 15 Desember 2016 01:09

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Perkembangan teknologi internet dewasa ini, bak perjalanan wantu yang tiada henti. Jika tidak berbenah diri, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Riau akan tergilas dengan persaingan pasar yang kian ketat. Apalagi kalau masih mengandalkan sistem pemasaran manual dan sangat tradisional, di tengah aplikasi gadget yang sedemikian rupa.

Hadirnya teknologi internet secara tidak langsung merupakan peluang bagi UMKM untuk meraup keuntungan berlimpah. Namun dalam hal ini hukum bisnis tetap berlaku. Siapa yang mampu tampil dengan kreasi dan inovatif, dia lah yang akan menguasai pasar. Berikut 3 keuntungan secara tidak langsung akan dirasakan pelaku UMKM jika memanfaatkan Teknologi Online.

Pertama, Produktivitas harus ditingkatkan, serta kemasan produk juga harus bagus dan menarik. Nuansa tradisional memang harus dipertahankan, namun harus memiliki inovasi dalam kemasan. pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) harus mengubah mindset dari konvesional menjadi berbasis teknologi atau online.

Kedua, akan muncul sikap percaya diri untuk mulai memasuki dunia online, terutama dalam hal pemasaran produknya. Hanya saja, ketika sudah masuk ke bisnis online, banyak hal yang harus menjadi perhatian utama.

Baca: Bantuan PKL Arifin Ahmad Tunggu Pendataan

Ketiga, kualitas produk dan ketepatan dalam hal pengiriman hingga tepat waktu sampai ke tangan konsumen. Hal itu penting agar bisa menjaga kepercayaan konsumen atas produk kita. Percuma berkualitas, tetapi pengiriman barang tidak tepat waktu.

Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS, seperti yang dikutip dari kompas.com mengatakan, selain mendorong agar UMKM memanfaatkan sistem online, Kementerian Koperasi juga terus berkonsentrasi dalam pelatihan kewirausahaan dan vokasi. Untuk itu, dia berharap para UMKM bisa memanfaatkan program kewirausahaan dan vokasi yang digulirkan Kemenkop dan UKM.

“Pelatihan kewirausahaan dan vocational itu harus tepat sasaran. Makanya, hal itu harus disesuaikan dengan kebutuhan dari komunitas yang bersangkutan,” jelasnya.

Penulis: Melba Ferry Fadly